| Foto, logo Kemendesa. |
Queensha.id - Edukasi Sosial,
Keluhan soal jalan desa rusak, bangunan mangkrak, hingga bantuan yang tak kunjung jelas kerap terdengar di tengah masyarakat. Ironisnya, anggaran desa setiap tahun mencapai miliaran rupiah. Namun kini, warga tak perlu lagi hanya bergosip di belakang layar. Transparansi Dana Desa bisa dicek langsung, cukup lewat ponsel.
Pemerintah pusat telah membuka akses informasi Dana Desa (DD) secara daring melalui sistem resmi Kementerian Desa. Artinya, siapa pun (tanpa perlu jabatan atau koneksi) bisa mengetahui berapa besar pendapatan desa dan digunakan untuk apa saja.
Langkah ini menjadi senjata penting bagi warga untuk mengawasi penggunaan uang rakyat, sekaligus menutup celah bagi oknum yang mencoba “bermain” dengan anggaran publik.
Transparansi di Genggaman Tangan
Dengan hanya bermodal telepon pintar dan koneksi internet, masyarakat dapat mengakses data Dana Desa secara rinci. Mulai dari alokasi pembangunan fisik, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga laporan realisasi anggaran.
Caranya pun sederhana:
1. Buka situs sid.kemendesa.go.id melalui browser ponsel.
2. Pilih menu Dana Desa.
3. Isi kolom Provinsi, Kabupaten, dan Desa.
4. Data anggaran langsung tampil lengkap.
Jika data di layar tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, warga memiliki dasar kuat untuk bertanya dan meminta klarifikasi.
Warga Kritis, Desa Lebih Bersih
Akses terbuka ini menegaskan bahwa pengawasan Dana Desa bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab masyarakat. Desa yang maju bukan lahir dari diamnya warganya, melainkan dari kepedulian dan keberanian untuk mengawasi.
Pengamat kebijakan publik menilai, partisipasi warga dalam memantau Dana Desa adalah kunci pencegahan korupsi sejak dini. Semakin banyak mata yang melihat, semakin kecil ruang gelap yang bisa disalahgunakan.
Jangan Diam, Jangan Takut
Kini, tidak ada lagi alasan untuk “dibodohi”. Data ada, sistem tersedia, dan akses terbuka untuk semua. Tinggal kemauan warga untuk peduli dan bersuara.
Informasi ini diharapkan dapat dibagikan luas, terutama di grup WhatsApp RT/RW, agar semakin banyak masyarakat sadar haknya dan ikut menjaga uang rakyat.
Karena Dana Desa adalah milik bersama, dan desa yang kuat lahir dari warga yang berani mengawasi.
***
Tim Redaksi.