Queensha.id - Jepara,
Jauh sebelum media sosial dan layanan streaming merajalela, radio adalah denyut utama kehidupan warga Jepara. Dari musik orkes, band papan atas, hingga suara penyiar yang akrab di telinga, radio bukan sekadar media hiburan ia adalah teman setia, penghubung emosi, dan ruang perjumpaan warga di udara.
Kini, sebagian radio legendaris Jepara hanya tinggal kenangan. Ada yang benar-benar hilang, ada pula yang melanjutkan napasnya dengan nama baru. Namun, jejak mereka masih hidup di ingatan para pendengar setianya.
Purnama FM: Pelopor Orkes yang Melahirkan Seroja FM
Di awal 2000-an, Purnama FM dikenal sebagai trendsetter radio orkes di Jepara. Lagu-lagu orkes mengalun nyaris tanpa jeda, menjadikannya rujukan utama masyarakat akar rumput. Namun, masalah perizinan membuat Purnama FM harus turun dari udara.
Tak lama berselang, lahirlah Radio Seroja FM sebagai penerus estafet. Dengan penyiar legendaris Kiban Setiawan dan tawa khasnya, Seroja FM berhasil mempertahankan roh pendahulunya. Hingga kini, Seroja FM masih setia mengudara di 98,6 FM, menjadi salah satu radio terlama yang bertahan di Jepara.
Idola FM – Swara Jepara: Suara Anak Muda Zamannya
Idola FM, yang kemudian dikenal sebagai Swara Jepara, pernah menjadi ikon kaum muda. Program “Pro Kawula Muda” menjadi magnet tersendiri, menghadirkan DJ pelajar dari berbagai SMA di Jepara setiap sore. Di era 2004-an, acara R&B Nongkrong menjadi simbol gaya hidup remaja kala itu.
Beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, depan Stadion Kamal Junaidi, radio ini sempat berpindah kantor ke Hotel D’Season Bandengan. Namun sekitar 2016, Swara Jepara harus berhenti mengudara. Setahun kemudian, estafet dilanjutkan dengan nama Radio Swadesi FM, yang masih bertahan hingga hari ini.
Mandalika FM: Dari AM ke FM, dari 1975 hingga R-Lisa
Didirikan pada 1975, Radio Mandalika Jepara adalah salah satu radio tertua di kota ini. Awalnya mengudara di gelombang AM, sebelum akhirnya pada 2006 berganti kepemilikan dan manajemen.
Transformasi besar terjadi saat Mandalika FM beralih ke FM dan berganti nama menjadi Radio R-Lisa. Nama ini diambil dari alamat studionya di Jalan Pemuda Nomor 51 Jepara yaitu Radio Lima Satu. R-Lisa kini tetap eksis sebagai bagian dari sejarah hidup radio Jepara.
Prima FM dikenal sebagai radio yang penuh warna dan ambisi besar. Studio mereka berpindah-pindah, dari Perumnas Tahunan, Gapura Ngabul, hingga Kepodang Tahunan. Radio ini bahkan pernah mengalami musibah robohnya menara pemancar saat relokasi studio.
Namun Prima FM juga identik dengan event besar, salah satunya Jepara Expo 2004 di Lapangan Ngabul. Program lagu band papan atas setiap Jumat malam Sabtu menjadi favorit pendengar. Sekitar 2010 Prima FM turun dari udara, sempat berganti nama menjadi DNA FM pada 2011, sebelum akhirnya benar-benar senyap pada 2012.
Radio Jepara yang Masih Bertahan Hingga Kini
Di tengah perubahan zaman, beberapa radio lokal Jepara masih setia menemani pendengarnya:
1. Radio Kartini FM (94,2 FM)
2. Radio R-Lisa FM (94,7 FM)
3. Radio Swadesi FM (100,9 FM)
4. Radio Muria Jepara FM (107,7 FM)
5. Radio Pop FM Jepara (97,3 FM)
6. JR FM Jepara (frekuensi belum diketahui)
Suara Warga: Radio dan Wartel, Romantika yang Tak Tergantikan
Seorang warga Jepara, Ahmad (45), mengenang masa itu dengan mata berbinar, “Dulu dengar radio itu rasanya hangat sekali. Kalau mau request lagu, harus nelpon lewat wartel. Nunggu sambungan, kasih salam buat penyiar, titip pesan singkat. Sekarang kok rasanya semua serba cepat, tapi kurang rasa,” ujarnya.
Bagi generasi Jepara tempo dulu, radio bukan hanya suara dari speaker. Ia adalah ruang kebersamaan, tempat berbagi salam, cerita, dan harapan merupakan sesuatu yang tak tergantikan oleh layar gawai.
Di tengah derasnya arus digital, kisah radio-radio legendaris Jepara menjadi pengingat bahwa pernah ada masa ketika kebahagiaan datang dari gelombang udara, suara penyiar, dan dering telepon wartel yang sederhana, namun penuh makna.
***
Tim Redaksi.