Notification

×

Iklan

Iklan

Gelombang Mengganas, Akses Karimunjawa Lumpuh: Semua Kapal dari Jepara Dihentikan Sementara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 13.37 WIB Last Updated 2026-01-10T06:39:35Z
Foto, layanan penyebrangan menuju ke pulau Karimunjawa dihentikan sementara, kapal Siginjai Jepara.


Queensha.id - Jepara,


Cuaca buruk yang melanda perairan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memaksa seluruh layanan penyeberangan menuju dan dari Kepulauan Karimunjawa dihentikan sementara. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, tidak satu pun kapal penumpang diizinkan berlayar demi alasan keselamatan.


Berdasarkan jadwal operasional, dua armada utama penyeberangan dipastikan batal beroperasi. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Siginjai yang dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Jepara menuju Karimunjawa pukul 07.00 WIB tidak diberangkatkan. 


Sementara itu, Kapal Motor Cepat (KMC) Express Bahari 8F juga menunda seluruh jadwalnya, baik dari Karimunjawa menuju Jepara pukul 07.00 WIB maupun rute sebaliknya dari Jepara ke Karimunjawa pukul 11.00 WIB.


Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, Nur Sahid, membenarkan penghentian total layanan tersebut. Ia menegaskan, keputusan ini diambil menyusul kondisi gelombang laut yang tidak memungkinkan untuk aktivitas pelayaran.


“Betul, penyeberangan yang dilayani Express Bahari maupun Siginjai off atau tidak berlayar,” ujar Sahid, Sabtu (10/1/2026).


Menurutnya, sejak Jumat, 9 Januari 2026, sudah terdapat empat trip penyeberangan yang dibatalkan. Tinggi gelombang di perairan Jepara tercatat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, masuk kategori sedang dan dinilai berisiko bagi keselamatan pelayaran.


Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, potensi gelombang tinggi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.


“Untuk sementara dari BMKG sampai tanggal 12 Januari diperkirakan gelombang tinggi. Sementara untuk off pelayaran kemarin dan hari ini,” jelas Sahid.


Dishub Jepara menegaskan, penyeberangan hanya akan kembali dibuka setelah ada kepastian cuaca membaik dan izin resmi berlayar dari otoritas pelabuhan serta Syahbandar.


“Untuk penyeberangan lihat kondisi nanti dari BMKG. Kalau Syahbandar mengizinkan ya berlayar, kalau tidak ya off lagi,” imbuhnya.


Dalam situasi ini, Sahid mengimbau calon penumpang, khususnya wisatawan, agar lebih waspada dan tidak gegabah merencanakan perjalanan. Ia menyarankan agar calon penumpang aktif berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan maupun operator kapal sebelum berangkat.


“Imbauannya agar penumpang selalu waspada dan melihat kondisi cuaca. Jangan terburu-buru memesan hotel dulu bagi wisatawan, sehingga bisa melihat cuaca memungkinkan atau tidak,” pungkasnya.


***
Tim Redaksi.