Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Emas Melejit ke Rekor Baru, Ini Angka Terbarunya, Penyebab dan Implikasi bagi Pasar

Kamis, 29 Januari 2026 | 09.46 WIB Last Updated 2026-01-29T02:48:02Z

Queensha.id — Jakarta,


Harga emas kini menjadi sorotan utama pelaku pasar dan masyarakat luas setelah mengalami kenaikan tajam dan terus mencetak rekor baru, baik di pasar global maupun domestik. Pergerakan harga ini berdampak langsung pada nilai emas perhiasan di Indonesia hari ini, Kamis 29 Januari 2026.


Harga Emas Terkini (29 Januari 2026)

Pasar Indonesia (per gram)

Emas 24 karat (perhiasan): sekitar Rp2.504.000 per gram naik dari perdagangan sebelumnya.


Menurut berbagai sumber pasar dan pedagang emas domestik, harga emas perhiasan di berbagai kadar (24K, 22K, 18K, 9K) bergerak naik bervariasi meski setiap toko bisa mencatat perbedaan harga tipis antar penjual.


Harga Emas Dunia (spot price)

Harga emas dunia sudah menembus lebih dari USD 5.300–5.500 per ounce (± Rp80–88 juta per ounce) — rekor tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Artinya, harga global emas melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.


Kategori Emas & Harganya (Contoh di Pasar Indonesia)


Harga Per Gram (estimasi)

- Jenis / Kadar Emas

1. Untuk 24 Karat (99,9%)
± Rp2.504.000 ⁠semakin naik.

2. Untuk 22 Karat
± sedikit lebih rendah.

3. Untuk 18 Karat
± lebih rendah lagi.

4. Untuk 9 Karat
versi terendah di antara emas perhiasan.


(Harga bervariasi tergantung penjual, tempat, dan biaya pembuatan)



Kenapa Harga Emas Naik Tajam?

Kenaikan emas bukan sekadar fenomena lokal dan hal ini merupakan tren global yang didorong oleh beberapa faktor kuat. Berikut ulasan utama menurut pakar dan laporan pasar:


1. Geopolitik dan Ketidakpastian Global

Investasi emas meningkat ketika ekonomi atau politik dunia tidak stabil. Konflik global, ketegangan internasional, dan kekhawatiran terhadap perekonomian negara besar membuat investor beralih ke emas sebagai “safe haven” atau tempat berlindung aset.



Harga emas umumnya dipatok dalam dolar AS. Ketika dolar melemah terhadap mata uang lain, emas menjadi lebih murah bagi investor luar negeri dan permintaan naik dan sehingga harga juga ikut naik. Baru-baru ini dollar AS turun ke posisi terendah dalam empat tahun, yang memperkuat kenaikan emas.


3. Minat Beli dari Bank Sentral & Investor Besar

Bank-bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka sebagai strategi diversifikasi terhadap risiko mata uang. Demikian pula, investor institusional dan dana investasi besar membeli emas dalam jumlah besar.


4. Ketidakpastian Pasar Keuangan & Hedge Against Inflation

Turbulensi pasar saham, kekhawatiran penurunan aset pemerintah (seperti obligasi), serta kekhawatiran inflasi yang terus tinggi membuat banyak lembaga dan individu mencari aset yang bisa mempertahankan nilai, yaitu emas.


Kenapa Harga Emas Terus Naik?

Secara ringkas, jawabannya dua kata: permintaan kuat dan kekhawatiran ekonomi.


Emas selama ini dipandang sebagai lindung nilai (hedge) terhadap risiko pasar dan inflasi dan ketika aset lain seperti saham atau obligasi tidak stabil, emas menjadi pilihan utama investor.


Penurunan dolar dan keputusan kebijakan moneter di negara maju (misalnya kebijakan suku bunga yang mempengaruhi imbal hasil aset lain) makin mendorong permintaan emas.


Sementara itu, bank-bank sentral dan investor institusional meningkatkan cadangan emas mereka karena ketidakpastian ekonomi global.


Dampak untuk Masyarakat Indonesia

Nilai emas yang tinggi membawa dua implikasi besar:

- Bagi pembeli emas perhiasan — harga menjadi lebih mahal untuk dibeli.

- Bagi pemilik emas/ investor — nilai aset mereka meningkat secara signifikan, memberi peluang keuntungan jika dijual sekarang.


Harga emas saat ini bergerak sangat tinggi, menembus level tertinggi dalam sejarah, baik secara global maupun di pasar Indonesia. Lonjakan ini didorong oleh faktor ekonomi makro, geopolitik, dan perilaku investor di tengah ketidakpastian pasar. Bagi masyarakat luas, pemahaman atas dinamika ini penting agar bisa menentukan langkah finansial yang tepat di tengah kondisi harga emas yang sedang “panas”.


***
Tim Redaksi.