Queensha.id - Otomotif,
Tahun 2026 menjadi momen penyegaran bagi salah satu motor retro modern paling konsisten dari Honda. Honda H’Ness CB350 versi 2026 hadir dengan sentuhan warna baru dan pembaruan fitur yang semakin memikat, terutama bagi motormania muda pencinta gaya klasik dengan jiwa petualang ringan.
Meski bukan nama baru, CB350 kembali mencuri perhatian. Bukan hanya karena tampilannya yang klasik, tetapi karena Honda terus memoles motor ini agar tetap relevan di era digital.
Fitur Makin Modern, Retro Tak Ditinggalkan
Pada versi 2026, Honda membekali H’Ness CB350 tipe Pro dengan fitur unggulan Honda Smartphone Voice Control System (HSVCS). Fitur ini memungkinkan pengendara mengakses navigasi, panggilan, hingga pesan suara secara lebih aman dan praktis merupakan sebuah kombinasi menarik antara teknologi modern dan desain lawas.
Tak hanya itu, motor ini juga dilengkapi:
1. Honda Selectable Torque Control (HSTC),
2. Dual-channel ABS
3. Lampu full LED,
Fitur-fitur tersebut menegaskan bahwa CB350 bukan sekadar motor nostalgia, melainkan motor retro yang siap menghadapi kebutuhan berkendara masa kini.
Mesin Tetap Sama, Karakter Tetap Kuat
Dari sisi performa, Honda tidak banyak mengubah racikan yang sudah terbukti. Honda H’Ness CB350 2026 masih mengandalkan mesin 1-silinder 348,36 cc berpendingin udara, yang mampu menghasilkan tenaga 20,8 dk dengan torsi 30 Nm.
Karakter mesinnya halus, torsi bawah kuat, dan nyaman untuk perjalanan santai—cocok untuk:
1. Penggunaan harian,
2. Touring jarak menengah,
3. Petualangan ringan di jalur non-ekstrem.
Varian yang ditawarkan tetap terdiri dari DLX dan Pro, dengan perbedaan utama pada kelengkapan fitur.
Akar Sejarah yang Membuat CB350 Istimewa
Honda H’Ness CB350 bukan motor tanpa cerita. Ia adalah penerus spirit Honda CB klasik, motor yang sejak puluhan tahun lalu dikenal tangguh, sederhana, dan ramah pengendara.
Di Indonesia, nama CB memiliki tempat khusus di hati publik dan terutama karena popularitas Honda CB100 di masa lalu. Desain tangki membulat, jok datar, hingga siluet bodi sederhana pada CB350 jelas membangkitkan nostalgia era tersebut.
Versi klasik CB350 bahkan dikenal memiliki bobot sekitar 150 kg, membuatnya lincah di jalanan kota, irit bahan bakar, serta mudah dalam perawatan yang di nilai yang masih terasa hingga versi modernnya sekarang.
Masih Eksklusif India, Indonesia Masih Menunggu
Meski daya tariknya kuat, satu pertanyaan besar masih menggantung: kapan Honda H’Ness CB350 resmi masuk Indonesia?
Sejak pertama diperkenalkan pada 2020, motor ini hanya dipasarkan secara eksklusif di India.
Hingga kini, belum ada kepastian dari Honda mengenai kehadirannya di Tanah Air. Padahal, segmen motor retro modern di Indonesia terus tumbuh, dan CB350 berpotensi menjadi penantang serius di kelasnya.
Jadi, Honda H’Ness CB350 2026 adalah bukti bahwa motor retro tak harus tertinggal zaman. Ia menawarkan desain klasik, teknologi modern, dan karakter mesin yang bersahabat, sebuah paket lengkap bagi pengendara yang ingin tampil beda tanpa meninggalkan kenyamanan.
Kini, bola ada di tangan Honda Indonesia.
Akankah mimpi lama para pencinta CB akhirnya terwujud, atau CB350 kembali hanya menjadi legenda yang dinikmati dari kejauhan?
***
Tim Redaksi.