Notification

×

Iklan

Iklan

Jalur Maut Gemulung–Banyuwputih Jepara: 11 Kecelakaan Sepekan, Dua Korban Masuk ICU

Kamis, 29 Januari 2026 | 12.28 WIB Last Updated 2026-01-29T07:10:48Z
Foto, jalan kabupaten yang berada di wilayah desa Gemulung, kecamatan Pecangaan, Jepara.


Queensha.id — Jepara,


Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Jepara selama beberapa hari terakhir bukan hanya membawa genangan, tetapi juga meninggalkan persoalan serius pada infrastruktur jalan. Sejumlah ruas jalan kabupaten dilaporkan rusak parah, salah satunya jalan Gemulung–Banyuwputih di wilayah Desa Gemulung, yang kini dikeluhkan warga karena rawan kecelakaan, Kamis (29/1/2026).


Jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung bagi warga Desa Gemulung dan Pulo Darat menuju desa tetangga serta wilayah lain di Jepara. 


Namun, kondisi permukaan jalan yang berlubang dan rusak berat membuatnya berubah menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.


Perangkat Desa Gemulung, Arif, kepada awak media mengungkapkan bahwa dampak kerusakan jalan ini sudah sangat mengkhawatirkan.


“Dalam satu minggu terakhir sudah terjadi 11 kecelakaan akibat jalan rusak. Dua korban sampai harus dirawat di ICU, dan lima orang mengalami luka ringan,” ujarnya, Kamis (29/1).


Menurut Arif, jalan Gemulung–Banyuwputih bukan sekadar akses desa, melainkan jalur vital bagi karyawan pabrik yang bekerja di wilayah Kecamatan Kalinyamatan dan Mayong. Banyak pekerja, khususnya dari wilayah utara Kabupaten Jepara, memilih jalur ini karena dianggap paling dekat dan cepat menuju kawasan industri.


Kondisi jalan semakin berbahaya saat hujan turun. Lubang-lubang besar tertutup air, membuat pengendara sulit mengenali titik kerusakan. Tak sedikit pengendara motor yang terperosok dan terjatuh secara tiba-tiba. Situasi ini diperparah dengan minimnya penerangan jalan, terutama pada malam hari dan dini hari saat arus pekerja pabrik cukup padat.


“Kalau malam, lubangnya tidak kelihatan sama sekali. Banyak yang jatuh mendadak,” keluh seorang warga setempat.


Sebagai langkah darurat, warga sekitar berinisiatif memberi tanda di titik-titik berbahaya, dengan menanam pohon pisang dan memasang papan kayu agar pengendara bisa menghindari lubang jalan. 


Namun, upaya swadaya tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan persoalan utama.
Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Jepara segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh terhadap jalan Gemulung–Banyuwputih.


Mereka menilai, jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga terus mengancam keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan infrastruktur jalan yang berujung pada korban jiwa dan luka-luka ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah agar segera bertindak sebelum jatuh korban lebih banyak.


***
Wartawan: Gun Jpr.
Tim Redaksi.