Notification

×

Iklan

Iklan

Jarang Sekali Truk Nempel: Di Balik Bahaya Berkendara Dekat Truk Besar di Jalan Raya

Rabu, 21 Januari 2026 | 21.56 WIB Last Updated 2026-01-21T15:00:39Z
Foto, kecelakaan truk dan mobil travel di Boyolali, Jawa Tengah. (Ilustrasi contoh kecelakaan)




Banyak pengendara mobil mengalami hal yang sama di jalan raya: saat di belakang truk besar, reaksi rem truk terasa lebih lambat dan membutuhkan jarak lebih jauh untuk benar-benar berhenti. Fenomena ini bukan sekadar persepsi namun ada dasar teknis dan keselamatan di baliknya yang mengancam pengendara lain jika tidak diantisipasi dengan benar.


Truk Besar Tidak Bisa “Rem Mendadak” Secepat Mobil

Berbeda dengan mobil penumpang kecil yang bisa mengerem cepat dan hampir berhenti dalam jarak pendek, truk besar membutuhkan jarak pengereman yang jauh lebih panjang. 


Karena bobotnya yang bisa puluhan ton, momentum truk sangat besar sehingga gaya pengereman tidak bisa langsung menghentikan laju kendaraan dalam sekejap. Bahkan pada kecepatan 80 km/jam, perbedaan jarak pengereman antara mobil dan truk bisa mencapai puluhan meter.


Ini berarti saat truk mengerem mendadak di lampu merah atau menghadapi hambatan, pengendara di belakang harus sudah punya ruang yang cukup agar bisa mengantisipasi jauh sebelum truk benar-benar berhenti.


Penyebab Utama: Berat dan Momentum Truk

Pakarnya di bidang teknologi kendaraan dan keselamatan menyatakan bahwa kendaraan berat seperti truk secara fisik berbeda dari mobil penumpang. Berat total truk yang lebih besar, ditambah muatan yang dibawanya, menciptakan momentum inersia tinggi, yang secara alami membuatnya berhenti lebih lambat. Karena inersia ini, pengereman memerlukan jarak panjang yang tidak bisa dipaksakan seperti pada kendaraan lebih ringan.


Selain itu, sistem rem truk umumnya menggunakan kombinasi rem udara dan mekanik yang sensitif terhadap kondisi jalan dan beban. Bila rem tidak terawat atau jalan licin, performanya makin berkurang dan meningkatkan risiko tidak mampu berhenti saat diperlukan.


Risiko Fatal Jika Tidak Menjaga Jarak Aman

Beragam studi dan panduan keselamatan jalan raya mengingatkan bahwa berkendara dekat truk tanpa jarak aman bisa berujung kecelakaan serius. Pengendara mobil yang mengikuti terlalu rapat sering tidak punya ruang reaksi jika truk tiba-tiba memperlambat atau berhenti. Kondisi ini rentan menyebabkan tabrakan belakang yang fatal, karena mobil kecil akan terdorong kuat oleh momentum truk yang tidak cepat berhenti.


Tak hanya soal pengereman. Truk juga memiliki zona blind spot yang sangat luas, di mana mobil kecil mudah “hilang” dari pandangan sopir truk yang terutama di sisi kanan atau langsung di belakang truk. Ini meningkatkan risiko kecelakaan ketika truk berpindah jalur atau tiba-tiba mengerem karena kondisi jalan di depannya.


Kecelakaan yang Tampak Karena Rem Truk yang Lambat

Beberapa kasus kecelakaan yang viral di media sosial sering memperlihatkan truk “ngebut” menabrak mobil yang berhenti di depannya. Analisis para ahli menyatakan bahwa truk yang tidak sempat memberikan jarak aman, ditambah dengan kecepatan tinggi dan reaksi pengemudi yang terlambat, sering menjadi kombinasi fatal. Saat mobil di depan berhenti mendadak, truk bisa “tidak sempat mengerem” secara efektif dan meski sebenarnya sopir sudah menginjak pedal rem.


Tips Menurut Pakar: Cara Berkendara Aman Dekat Truk

Ahli keselamatan menyarankan beberapa langkah praktis untuk mengurangi risiko:
Jaga jarak lebih jauh dari truk dibanding mobil biasa, karena truk memerlukan ruang pengereman yang jauh lebih panjang.


Jangan berada dalam blind spot truk, terutama di sisi kiri dan belakang langsung.


Hindari menyalip truk terlalu dekat atau tiba-tiba kembali ke lajur di depan truk — memberi ruang pandang sopir truk sangat penting.


Perhatikan tanda bahaya atau muatan yang dibawa truk untuk menilai potensi risiko ekstra.


Waspada Itu Kunci

Fenomena “rem truk yang lambat” bukan sekadar pengalaman pribadi pengendara di belakang truk. Ini adalah realitas keselamatan jalan yang didukung data dan pakar teknologi kendaraan. Berkendara di sekitar truk besar tanpa antisipasi yang benar meningkatkan risiko tabrakan fatal yang bukan karena rem truk rusak, tetapi karena karakter fisik truk itu sendiri menuntut ruang dan waktu pengereman yang lebih panjang.


Pengendara mobil harus selalu waspada, menghitung jarak aman, dan memahami karakter kendaraan besar ini untuk mencegah tragedi di jalan.


***