Notification

×

Iklan

Iklan

Ketika Doa Dipertanyakan dan Luka Diuji di Tengah Retaknya Rumah Tangga, Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?

Jumat, 23 Januari 2026 | 17.27 WIB Last Updated 2026-01-23T10:29:04Z
Foto, fleyer resmi dari Film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?".

Queensha.id - Film,


Film religi selalu memiliki ruang tersendiri di hati penonton Indonesia. Ia bukan sekadar tontonan, melainkan cermin tentang iman, luka, dan pertanyaan-pertanyaan sunyi yang sering tak terucap. Awal 2026, layar lebar Tanah Air akan diisi sebuah drama religi yang mengusik batin: Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?.


Film produksi Paragon Pictures ini tak menawarkan kisah manis tentang keluarga ideal. Sebaliknya, ia menyuguhkan kenyataan pahit yang dekat dengan kehidupan banyak orang: pengkhianatan, perceraian, luka anak, hingga doa-doa yang terasa tak kunjung berjawab.


Retaknya Rumah Tangga yang Tampak Sempurna

Film ini berkisah tentang Sarah, seorang istri dan ibu yang selama ini hidup dalam bayang-bayang rumah tangga harmonis bersama suaminya, Satrio, dan putri mereka, Laila. Namun ketenangan itu runtuh ketika Satrio menyatakan keinginan berpoligami dengan Annisa, sekretaris muda di kantornya.


Bagi Sarah, keputusan itu bukan sekadar soal poligami, melainkan penghancuran kepercayaan dan pengkhianatan atas pengorbanan panjang yang ia jalani sebagai istri. Perceraian menjadi pilihan pahit, namun justru membuka babak baru penderitaan: stigma sosial sebagai janda, cibiran lingkungan, dan hubungan yang merenggang dengan sang anak.


Perjuangan Bangkit dan Ujian yang Lebih Berat

Sarah mencoba bangkit dengan membangun usaha butik kecil—sebuah simbol perlawanan sunyi untuk kembali berdiri di atas kaki sendiri. Namun hidup belum selesai mengujinya. Satrio jatuh sakit parah dan membutuhkan pertolongan.


Atas nama kemanusiaan, Sarah dihadapkan pada pilihan ekstrem yaitu menerima kembali mantan suaminya beserta istri barunya tinggal serumah. Keputusan ini menjadi medan tempur emosional antara luka lama, kecemburuan, amarah, dan tuntutan iman.


Di titik inilah film ini mengajukan pertanyaan paling mendasar: ketika doa tak segera dijawab, apakah Tuhan benar-benar mendengarkan?


Pendalaman Karakter dan Kekuatan Akting

Disutradarai Jay Sukmo, film ini menonjolkan pendalaman karakter alih-alih drama berisik. Naskah yang digarap Utiuts bersama Priska Amalia dan Prima Taufik terasa matang, dengan dialog yang reflektif dan tidak menggurui.


Revalina S. Temat tampil kuat sebagai Sarah yang merupakan seorang perempuan yang rapuh namun berusaha tegar. Emosi yang ia bangun terasa jujur, membuat penonton mudah larut dalam pergulatan batinnya. Didukung deretan pemeran pendukung lintas karakter, film ini terasa hidup dan realistis.


Isu Sensitif yang Disajikan dengan Empati
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? berani mengangkat isu sensitif: poligami, perceraian, fatherless, kesehatan mental, hingga beban sosial terhadap perempuan. Namun film ini tidak hadir untuk menghakimi. Ia memilih jalur empati yang memperlihatkan bahwa memaafkan bukan keputusan instan, melainkan perjalanan panjang yang melelahkan.


Pengampunan digambarkan bukan sebagai kewajiban moral, melainkan proses batin yang penuh tangis, doa, dan kejujuran pada diri sendiri.


Lebih dari Film Religi Biasa

Dengan jadwal tayang serentak pada 29 Januari 2026, film ini diprediksi menjadi salah satu film religi paling diperbincangkan awal tahun. Ia tidak sekadar mengajak penonton menangis, tetapi juga berpikir dan bercermin.
Film ini seolah berbisik pelan: iman bukan tentang seberapa sering berdoa, melainkan seberapa kuat bertahan ketika doa terasa hampa.


Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? 

bukan hanya pertanyaan Sarah tapi melainkan pertanyaan banyak orang yang pernah terluka, namun tetap mencoba percaya.


***
Tim Redaksi