Queensha.id - Jakarta,
Dunia penerbangan nasional kembali diguncang. Seorang perempuan berinisial Nisya (23) berhasil menyamar sebagai pramugari Batik Air dan lolos hingga masuk ke dalam pesawat pada rute Palembang–Jakarta. Kasus ini mencuat setelah foto-foto pelaku mengenakan seragam dan atribut maskapai beredar luas dan viral di media sosial pada Selasa (7/1).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nisya (inisial) menggunakan seragam palsu Batik Air lengkap dengan atribut pendukung sehingga mampu melewati sejumlah titik pemeriksaan di bandara. Aksi penyamaran itu baru terungkap setelah petugas memastikan identitas pelaku dan mendapati bahwa ia bukan awak kabin resmi.
Pelaku kemudian diamankan dan diturunkan dari pesawat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam klarifikasinya, Nisya mengakui perbuatannya, menyatakan bukan pramugari, serta menyampaikan permohonan maaf dan janji tidak mengulangi tindakan tersebut. Saat ini, ia telah diamankan di Polres setempat guna pendalaman hukum.
Pihak Batik Air dan induk usahanya, Lion Group, menyatakan dirugikan atas penyalahgunaan merek dan atribut perusahaan. Maskapai menegaskan komitmennya terhadap keamanan penerbangan dan standar operasional yang berlaku, serta mendukung proses hukum yang berjalan.
Kasus ini sekaligus menjadi alarm keras bagi sistem keamanan bandara. Keberhasilan pelaku menembus area terbatas menyoroti celah verifikasi identitas awak kabin, mulai dari pemeriksaan dokumen hingga sistem akses.
Otoritas bandara bersama maskapai didorong untuk memperketat pengawasan, memperkuat prosedur identifikasi berlapis, dan memastikan setiap personel yang memasuki area steril benar-benar terverifikasi.
Insiden pramugari gadungan ini bukan sekadar pelanggaran merek, tetapi menyangkut keselamatan penerbangan. Publik kini menanti langkah tegas aparat dan evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terulang dan kepercayaan terhadap keamanan penerbangan nasional tetap terjaga.
***
Tim Redaksi.