| Foto, musisi dan politikus Indonesia, Ahmad Dhani dan Anggota DPR RI - Penyanyi pop Indonesia, Mulan Jameela. |
Queensha.id - Selebriti,
Nama Raden Terry Tantri Wulansari mungkin tak langsung dikenali publik. Namun ketika disebut Mulan Jameela, ingatan kolektif bangsa segera bekerja. Ia bukan sekadar penyanyi populer, tetapi juga figur publik yang perjalanan hidupnya dipenuhi sorotan, kontroversi, dan transformasi besar dari dunia hiburan hingga panggung politik nasional.
Lahir di Garut, Jawa Barat, pada 23 Agustus 1979, Mulan tumbuh sebagai perempuan Sunda yang kemudian menjelma menjadi salah satu ikon pop Indonesia era 2000-an. Perjalanan hidupnya memperlihatkan bagaimana ketenaran bisa mengangkat, sekaligus menguji seseorang secara brutal.
Dari Penyanyi Kafe ke Panggung Nasional
Karier Mulan dimulai dari bawah. Ia mengawali langkahnya sebagai penyanyi kafe sebelum akhirnya mendapat kesempatan besar bergabung dengan Duo Ratu pada 2005. Bersama Maia Estianty, Mulan (yang kala itu menggunakan nama panggung Mulan Kwok) menikmati puncak popularitas lewat lagu-lagu seperti Teman Tapi Mesra dan Lelaki Buaya Darat.
Duo Ratu bukan hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi fenomena budaya pop.
Namun, kejayaan itu tak bertahan lama. Konflik internal berujung pada keluarnya Mulan dari grup pada 2007, sebuah peristiwa yang kemudian menjadi awal dari bab paling kontroversial dalam hidupnya.
Setelah berpisah dari Ratu, Mulan bergabung dengan Republik Cinta Management (RCM) milik Ahmad Dhani dan mengganti nama panggung menjadi Mulan Jameela. Album solo perdananya pada 2008 meledak di pasaran, didorong lagu-lagu seperti Makhluk Tuhan Paling Sexy dan Wonder Woman. Secara karier, ia sukses besar. Namun secara personal, badai justru datang bertubi-tubi.
Asmara yang Menjadi Konsumsi Publik
Sebelum dikenal luas, Mulan pernah menikah dengan musisi asal Bandung, Harry Indra Nugraha, pada 1999. Pernikahan tersebut berakhir pada 2005 dan dikaruniai dua anak: Tyarani Savitri dan Muhammad Rafly Aziz. Setelah perceraian itu, kehidupan pribadi Mulan relatif tak banyak disorot hingga namanya dikaitkan dengan retaknya rumah tangga Ahmad Dhani dan Maia Estianty.
Hubungan profesional Mulan dan Dhani bermula pada proyek Duo Ratu. Namun seiring keluarnya Mulan dari grup dan perceraian Dhani–Maia pada 2008, spekulasi publik berkembang liar. Mulan kerap disebut sebagai orang ketiga, meski tudingan itu berkali-kali dibantah pada masa awal.
Teka-teki akhirnya terjawab ketika Ahmad Dhani mengungkap bahwa ia telah menikah siri dengan Mulan pada Maret 2009. Pernikahan tersebut dirahasiakan selama bertahun-tahun, hingga kelahiran Safeea Ahmad pada 2011 semakin menguatkan pengakuan publik atas hubungan mereka.
Bertahan di Tengah Hujatan
Tak dapat dimungkiri, Mulan adalah salah satu figur publik yang menerima hujatan paling masif di era awal media sosial. Label, stigma, dan penghakiman nyaris tak berhenti. Namun ia memilih bertahan baik sebagai istri maupun ibu.
Kesetiaannya diuji kembali saat Ahmad Dhani harus menjalani masa tahanan pada 2019. Dalam periode itu, Mulan tampil sebagai pendamping yang konsisten, menjenguk dan menjaga stabilitas keluarga. Pada 2020, pasangan ini akhirnya mengesahkan pernikahan mereka secara hukum negara melalui isbat nikah di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak: Safeea Ahmad dan Muhammad Ali, yang masing-masing tumbuh di bawah sorotan publik dengan cara berbeda.
Dari Dunia Hiburan ke Dunia Politik
Transformasi paling mengejutkan dari Mulan Jameela terjadi ketika ia terjun ke dunia politik. Bergabung dengan Partai Gerindra, Mulan terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024 dari Dapil Jawa Barat XI. Banyak yang meragukan kapasitasnya. Namun ia kembali terpilih pada Pemilu 2024 untuk periode 2024–2029, membuktikan bahwa popularitas bisa bertransformasi menjadi modal politik yang riil.
Keberadaan Mulan di Senayan menandai pergeseran identitas yakni dari figur kontroversial dunia hiburan menjadi legislator yang dituntut bekerja dalam sunyi, bukan sorotan.
Kisah Mulan Jameela adalah potret kompleks seorang perempuan di ruang publik Indonesia. Ia dicintai, dibenci, dihakimi, dan diuji namun tetap bertahan. Dari panggung musik, badai asmara, hingga kursi parlemen, hidupnya menunjukkan bahwa popularitas bukan sekadar soal sorak-sorai, tetapi juga tentang kemampuan menanggung konsekuensi.
Sejarah mungkin akan terus memperdebatkan banyak hal tentang Mulan. Namun satu hal sulit disangkal: ia adalah bagian dari narasi besar budaya pop dan politik Indonesia dua dekade terakhir.
***
Tim Redaksi Queensha Jepara
(Sumber: Diolah dari berbagai keterangan publik)