Notification

×

Iklan

Iklan

Nyaris Renggut Nyawa Anak, Arus Wisata Kali Dayung Batealit Jepara Mengganas: Relawan SAR Jepara Lakukan Penyelamatan Berisiko

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07.03 WIB Last Updated 2026-01-03T00:04:53Z
Foto, lokasi Kali Dayung Desa Batealit, kecamatan Batealit, Jepara.


Queensha.id - Jepara,


Insiden nyaris tenggelam terjadi di objek wisata Kali Dayung, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, pada Jumat siang. Dua anak hampir terseret arus deras di area bawah jembatan wisata, lokasi yang dikenal memiliki aliran kuat dan tepian sungai cukup dalam.


Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 2 Januari, pukul 12.06 WIB. Saat kejadian, kedua anak bermain air di kawasan yang seharusnya tidak digunakan untuk berenang, terutama bagi anak-anak. Identitas dan asal korban tidak diketahui karena situasi saat itu difokuskan pada penyelamatan, mengingat anak-anak dalam kondisi syok dan berpotensi trauma.


Ironisnya, orang tua korban tidak menyadari bahaya yang tengah dihadapi anak-anak mereka. Mereka diketahui tengah asyik berfoto, hingga akhirnya ditegur oleh kerabat dan pengunjung lain setelah menyadari anak-anak hampir tenggelam.


Nyawa kedua anak berhasil diselamatkan berkat gerak cepat anggota SAR Jepara Rescue yang kebetulan berada di lokasi untuk berlibur bersama keluarga dan teman. Tanpa alat keselamatan yang memadai, para rescuer melakukan pertolongan langsung di air, meski tindakan tersebut berisiko tinggi bagi penolong.


“Secara prosedur, pertolongan langsung di air sebenarnya tidak dianjurkan, kecuali dalam kondisi sangat darurat dan dilakukan oleh orang yang memiliki dasar pelatihan penyelamatan,” ujar Giono, salah satu anggota SAR Jepara Rescue yang terlibat langsung dalam evakuasi. 


Ia menambahkan, tindakan itu dilakukan karena tidak ada pilihan lain dan tidak tersedia peralatan keselamatan di lokasi wisata.


Insiden ini memicu keprihatinan pengunjung dan relawan. Mereka mendesak pengelola wisata Kali Dayung Desa Batealit untuk segera memasang tanda peringatan larangan berenang, khususnya bagi anak di bawah usia 17 tahun, terutama di area bawah jembatan yang memiliki arus berbahaya. 


Selain itu, ketersediaan alat keselamatan dan pengawasan dinilai sangat mendesak.
Beruntung, tragedi berhasil dihindari. Namun peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa tanpa standar keselamatan yang jelas, wisata alam seperti Kali Dayung berpotensi berubah menjadi lokasi rawan kecelakaan.


***
Tim Redaksi.