Queensha.id — Jepara,
Kobaran api mengamuk sejak pagi hari dan melalap sebuah oven pengering kayu di Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Kamis (29/1/2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.15 WIB itu sempat memicu kepanikan warga lantaran asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah RT 01 RW 01 Desa Guyangan, saat sebagian warga baru memulai aktivitas pagi. Api diduga berasal dari bagian dalam bangunan yang digunakan sebagai open atau oven pengering kayu, sebelum akhirnya merambat cepat ke area sekitarnya.
Pemilik bangunan diketahui bernama Selfis Erlinda (36), warga setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pemilik dilaporkan dalam kondisi sehat dan selamat. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta, akibat rusaknya bangunan dan peralatan usaha di dalamnya.
Berdasarkan laporan awal di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh temperatur oven yang terlalu tinggi. Panas berlebih menyebabkan material di sekitar oven terbakar, lalu api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
“Api cepat membesar karena di dalam bangunan banyak material kayu yang mudah terbakar,” ujar Abdul salah satu warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 8 x 10 meter persegi, mencakup bangunan utama serta sejumlah peralatan usaha. Warga sekitar sempat melakukan pemadaman awal secara manual dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Tak lama setelah laporan diterima, dua unit mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi, masing-masing satu unit dari Pos Damkar Bangsri dan satu unit dari Pos Mako 113 Jepara. Petugas tiba sekitar pukul 06.25 WIB dan langsung berjibaku memadamkan api yang sudah membakar sebagian besar bangunan.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena banyaknya material kayu di dalam bangunan. Setelah lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 07.45 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Alhamdulillah, kebakaran berhasil ditangani dan tidak ada korban jiwa. Api berhasil dipadamkan secara menyeluruh,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.
Pasca kebakaran, area sekitar lokasi dipasangi garis pembatas sementara untuk kepentingan pengamanan dan pendataan. Aparat setempat juga melakukan pencatatan terkait kerugian serta penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi para pelaku usaha, khususnya yang menggunakan oven atau peralatan bersuhu tinggi, agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja. Pengawasan suhu, sistem keamanan, serta pengecekan rutin peralatan dinilai sangat krusial untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Warga telah kembali beraktivitas normal, sementara pemilik bangunan masih melakukan pendataan kerusakan akibat kebakaran tersebut.
***
Sumber: Damkar Jepara.
Tim Redaksi.