Facebook masih menjadi salah satu platform media sosial dengan jumlah pengguna terbesar di Indonesia. Di tengah persaingan konten yang semakin padat, Facebook kini menyediakan fitur Mode Profesional (FB Pro) yang membuka peluang bagi kreator pemula untuk membangun audiens sekaligus mendapatkan insight performa konten.
Infografik yang beredar luas di media sosial menunjukkan bahwa keberhasilan ngonten di Facebook tidak hanya soal konsistensi, tetapi juga pemahaman teknis dan strategi yang tepat sejak awal.
Langkah Awal: Mengaktifkan Mode Profesional
Langkah pertama untuk menjadi kreator di Facebook adalah mengaktifkan Mode Profesional (FB Pro) pada akun pribadi. Fitur ini dapat diakses melalui menu profil dengan memilih opsi “Aktifkan Mode Profesional”.
Setelah diaktifkan, pengguna akan mendapatkan akses ke berbagai fitur tambahan, seperti insight performa konten, jumlah pengikut (followers), serta peluang monetisasi sesuai kebijakan Facebook. Mode ini menjadi pintu masuk bagi pengguna biasa untuk bertransformasi menjadi kreator konten.
Menentukan Jenis Konten dan Niche
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam panduan tersebut adalah pemilihan jenis konten. Kreator disarankan untuk fokus pada satu niche agar algoritma Facebook lebih mudah mengenali karakter akun.
Beberapa jenis konten yang dinilai potensial antara lain:
1. Tips dan tutorial (gawai, aplikasi, internet)
2. Hiburan dan video ringan.
3. Musik dan karaoke.
4. Edukasi singkat.
Pergantian niche yang terlalu sering dinilai dapat menghambat pertumbuhan akun karena algoritma kesulitan menentukan audiens yang tepat.
Video Reels Jadi Format Utama
Facebook saat ini memprioritaskan Reels sebagai format konten unggulan. Video pendek dengan durasi 15–60 detik dan posisi vertikal (rasio 9:16) menjadi format yang paling direkomendasikan.
Beberapa catatan teknis yang disorot:
1. Tiga detik pertama harus menarik perhatian.
2. Gunakan teks di dalam video.
3. Hindari video buram atau terlalu gelap.
4. Pendekatan visual yang kuat di awal video dinilai krusial untuk menahan perhatian pengguna yang terbiasa melakukan scrolling cepat.
Teknik Upload dan Penulisan Caption
Proses unggah konten juga memiliki pengaruh terhadap performa distribusi. Kreator disarankan memilih menu Reels, menulis caption singkat dan jelas, serta menambahkan hashtag yang relevan.
Hashtag seperti #fbreels, #fbpro, dan #kontenharian digunakan untuk membantu sistem Facebook mengelompokkan konten sesuai minat audiens.
Konsistensi dan Waktu Unggah
Infografik tersebut menekankan bahwa konsistensi merupakan kunci utama untuk menembus algoritma Facebook. Kreator dianjurkan mengunggah 1–3 video per hari dengan waktu unggah yang relatif stabil.
Beberapa waktu unggah yang dinilai efektif antara lain:
1. Pukul 11.00–13.00 WIB.
2. Pukul 18.00–21.00 WIB.
Meski demikian, performa konten tetap dipengaruhi oleh respons audiens, sehingga kreator perlu mengevaluasi insight secara berkala.
Konten yang Perlu Dihindari
Tidak semua konten aman untuk diunggah.
Beberapa jenis konten justru berpotensi membuat akun tidak direkomendasikan oleh sistem Facebook, di antaranya:
1. Video TikTok dengan watermark.
2. Reupload konten orang lain tanpa izin.
3. Konten hasil copy-paste tanpa edit.
4. Video pecah atau berkualitas rendah.
Facebook menerapkan kebijakan ketat terkait orisinalitas dan kualitas konten sebagai upaya menjaga ekosistem kreator.
Algoritma dan Kesabaran Kreator
Panduan ini menegaskan bahwa kesuksesan ngonten di Facebook bukan hasil instan. Algoritma bekerja berdasarkan pola konsistensi, interaksi, dan kualitas konten dalam jangka waktu tertentu.
Bagi kreator pemula, memahami dasar-dasar teknis seperti yang dijelaskan dalam infografik tersebut menjadi langkah awal sebelum berbicara soal viralitas atau monetisasi.
Di tengah persaingan konten digital yang semakin ketat, pendekatan yang terstruktur, konsisten, dan orisinal menjadi pembeda utama antara akun yang berkembang dan yang stagnan.
***
Tim Redaksi.