Notification

×

Iklan

Iklan

Puluhan Siswa SMA Negeri 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, 32 Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 29 Januari 2026 | 13.12 WIB Last Updated 2026-01-29T06:13:47Z
Foto, sejumlah siswa korban keracunan makanan (MBG) di Kudus.


Queensha.id — Kudus,


Dugaan keracunan massal menggegerkan SMA Negeri 2 Kudus. Puluhan pelajar dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sedikitnya 32 siswa harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit dengan keluhan beragam, mulai dari mual, muntah, pusing hingga sesak napas.


Peristiwa ini terjadi pada Kamis (29/1) saat kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung. Situasi mendadak berubah panik ketika sejumlah siswa mengeluhkan perut mual yang disertai muntah-muntah. Tak lama berselang, keluhan serupa dialami siswa lain, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan kehilangan kesadaran.


Pihak sekolah bergerak cepat dengan menghubungi layanan kesehatan. Sejumlah ambulans tampak keluar-masuk halaman sekolah untuk mengevakuasi siswa yang membutuhkan penanganan medis segera. Guru dan tenaga kependidikan berupaya menenangkan siswa lain agar situasi tetap kondusif.


Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Mustiko Wibowo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh korban masih dalam pengawasan ketat tim medis.


“Penanganan dilakukan secepat mungkin. Data sementara mencatat 32 siswa terdampak, dan saat ini kondisi mereka masih dalam pemantauan,” ujar Mustiko Wibowo dikutip dari berbagai sumber.


Menurut dr. Mustiko, gejala yang dialami para siswa tidak hanya terbatas pada gangguan saluran cerna. “Sebagian besar mengeluh pusing, mual, muntah. Ada juga yang mengalami diare serta gangguan pernapasan seperti sesak napas,” jelasnya.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa gejala awal sebenarnya sudah dirasakan sebagian siswa sejak masih di rumah. Dari hasil penelusuran sementara, makanan yang dikonsumsi para siswa adalah MBG yang disantap sehari sebelumnya.


Hingga kini, pihak Dinas Kesehatan bersama instansi terkait masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk pemeriksaan sampel makanan MBG. Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat program MBG digulirkan sebagai upaya peningkatan gizi pelajar dan pencegahan stunting.


Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan, khususnya pada program yang menyasar kelompok rentan seperti pelajar sekolah.


***
Tim Redaksi.