| Foto, kegiatan dari Polres Jepara, "Forum Belajar Public Speaking", bersama Polres Jepara, Kominfo dan Wartawan. |
Queensha.id - Jepara,
Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dan insan media memperkuat koordinasi komunikasi publik melalui forum peningkatan kapasitas wicara publik (public speaking).
Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat tersaji secara utuh, mudah dipahami, dan tepat sasaran.
Forum tersebut digelar dalam dua sesi di Aula Sultan Hadlirin, Gedung OPD Bersama, kompleks Pendopo Kartini Jepara, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini diikuti unsur Polres Jepara, Diskominfo Jepara, insan pers, hingga kontributor informasi publik dari berbagai latar belakang.
Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang belajar bersama di tengah perubahan lanskap komunikasi publik yang semakin cepat dan kompleks. Ia menilai, pendekatan komunikasi konvensional tidak selalu relevan dengan karakter masyarakat saat ini.
“Komunikasi sekarang berkembang sangat luas. Apa yang kita kerjakan tidak cukup hanya dilakukan, tetapi juga harus disampaikan dengan cara yang tepat agar pesannya nyambung dengan masyarakat,” ujarnya, Kamis (22/1).
Kapolres juga menekankan pentingnya pemahaman budaya dan bahasa lokal dalam menyampaikan pesan publik. Media, menurutnya, memiliki kepekaan langsung terhadap dinamika sosial masyarakat Jepara.
“Target komunikasi kami adalah masyarakat Jepara. Yang paling memahami bahasa dan pergerakan opini publik adalah rekan-rekan media, karena setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.
Melalui forum ini, Polres Jepara berharap terbangun komunikasi publik yang lebih selaras, bertanggung jawab, dan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Senada, Kepala Diskominfo Jepara Budhi Sulistyawan menyebut forum ini sebagai langkah strategis untuk membangun narasi bersama antarlembaga.
Ia menegaskan bahwa informasi publik tidak berhenti pada penyampaian berita, tetapi harus benar-benar dipahami dan memberi dampak positif.
“Yang dibutuhkan hari ini adalah narasi frekuensi bersama hingga kesamaan sudut pandang dan irama komunikasi. Informasi publik tidak cukup disampaikan, tetapi harus dipahami masyarakat,” ujarnya.
Budhi menambahkan, sinergi pemerintah, kepolisian, dan media menjadi kunci agar capaian kinerja daerah dapat dipahami secara utuh serta mendukung visi Jepara Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius.
Pers Tekankan Etika, Akurasi, dan Kepentingan Publik
Ketua ALMI Jepara, Edi Prasadja yang akrab disapa Edi Jhon, sekaligus dikenal sebagai Ketua organisasi wartawan se-Kabupaten Jepara, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas komunikasi publik.
Menurutnya, kolaborasi antara pers, pemerintah, dan aparat penegak hukum harus dibangun di atas prinsip keterbukaan, saling menghormati peran, serta menjunjung tinggi kepentingan publik.
“Media bukan sekadar corong informasi, tetapi mitra kritis yang bertugas memastikan pesan publik sampai secara benar, berimbang, dan tidak menyesatkan,” tegas Edi Jhon, Kamis (22/1/2026).
Ia menilai forum komunikasi seperti ini penting agar tidak terjadi jarak persepsi antara pemerintah dan masyarakat. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa independensi pers harus tetap dijaga.
“Sinergi tidak boleh dimaknai sebagai penyeragaman. Pers tetap harus kritis, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik. Justru dengan komunikasi yang terbuka dan sehat, kepercayaan masyarakat bisa tumbuh,” ujarnya.
Edi Jhon berharap forum semacam ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut pada praktik komunikasi publik yang lebih transparan, cepat, dan akurat di lapangan.
“Jika narasi publik dibangun dengan kejujuran dan profesionalisme, maka stabilitas sosial dan kepercayaan masyarakat akan terjaga,” terangnya.
Selain itu, Edi Jhon menilai momen ini diharapkan akan terbangun kolaborasi yang baik. Hal ini tentu perlu dilandasi dengan kesepahaman dalam berkontribusi membangun Jepara serta terciptanya iklim kondusif.
"Sebagai kontrol sosial, media merupakan mitra strategis Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif dalam berkontribusi membangun Jepara, sehingga perlu adanya kesepahaman bersama" kata John.
Edi John bersama rekan-rekan media siap mendukung program Polres Jepara dan siap berkolaborasi dalam menciptakan Jepara ke depan semakin baik, aman dan nyaman.
***
Sumber: Hms.
Tim Redaksi.
