Queensha.id - Edukasi Islam,
Kematian bukanlah akhir dari segalanya. Dalam ajaran Islam, kematian justru menjadi pintu pertama menuju alam Barzakh merupakan sebuah fase penantian panjang sebelum hari kebangkitan. Di alam inilah, setiap manusia mulai merasakan balasan awal atas amal perbuatannya di dunia.
Banyak orang beranggapan azab kubur hanya disebabkan oleh dosa-dosa besar seperti syirik, meninggalkan shalat, atau kezaliman besar.
Namun Islam justru memberi peringatan keras: ada dosa-dosa yang terlihat remeh di mata manusia, tetapi sangat berat di sisi Allah, hingga menjadi sebab azab kubur yang pedih.
Peringatan ini tergambar jelas dalam keterangan keagamaan yang juga tertulis pada ilustrasi bertajuk “Remeh di Dunia, Pedih di Barzakh”. Berikut penjelasan detailnya menurut pandangan Islam.
Dosa yang Dianggap Sepele, Namun Mengundang Azab Kubur
Islam menempatkan thaharah (bersuci) sebagai syarat sah ibadah. Namun, banyak orang meremehkan perkara ini, terutama dalam menjaga kebersihan dari air kencing baik dengan tidak beristibra’ secara benar maupun membiarkan percikan mengenai pakaian dan tubuh.
Rasulullah SAW bersabda ketika melewati dua kuburan:
“Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang diazab. Mereka tidak diazab karena perkara besar menurut pandangan manusia. Salah seorang di antaranya diazab karena tidak menjaga kebersihan dari air kencingnya...”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menegaskan bahwa kelalaian kecil dalam bersuci bisa berdampak besar di alam kubur.
2. Suka Mengadu Domba (Namimah)
Mengadu domba yaitu menyampaikan ucapan seseorang kepada orang lain untuk merusak hubungan yang sering dianggap sekadar obrolan biasa. Padahal, dalam Islam, namimah termasuk dosa besar.
Masih dalam hadis yang sama, Rasulullah SAW melanjutkan:
“…Sedangkan yang satu lagi diazab karena suka mengadu domba.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Islam sangat menjaga kehormatan lisan. Kalimat yang kita ucapkan di dunia bisa menjadi sumber penyesalan di Barzakh.
3. Berdusta dan Menyebarkan Berita Palsu
Dalam era media sosial, jari sering kali lebih cepat daripada akal. Menyebarkan berita tanpa tabayyun (klarifikasi) dianggap biasa, bahkan demi sensasi dan viralitas.
Namun Rasulullah SAW pernah diperlihatkan gambaran azab yang mengerikan:
“Orang ini adalah seseorang yang keluar dari rumahnya lalu berdusta dengan satu kedustaan, kemudian kebohongan itu tersebar ke seluruh penjuru dunia.”
(HR. Al-Bukhari)
Mulutnya dirobek hingga ke tengkuk—sebuah gambaran betapa beratnya dosa hoaks dan dusta yang disebarkan.
Ilustrasi tersebut juga menyinggung dosa meninggalkan Al-Qur’an. Banyak orang yang sudah mampu membaca, bahkan menghafal Al-Qur’an, namun kemudian melupakannya demi kesibukan dunia.
Dalam hadis mimpi Nabi Muhammad SAW, beliau melihat seseorang yang kepalanya dihancurkan dengan batu berulang kali. Penjelasan malaikat:
“Dia adalah orang yang telah diberi Al-Qur’an lalu meninggalkannya, dan dia tidur hingga meninggalkan shalat fardu.”
(HR. Al-Bukhari).
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi amanah yang harus dijaga dan diamalkan.
Pandangan Islam: Azab Kubur Itu Benar
Ahlus Sunnah wal Jama’ah sepakat bahwa azab kubur adalah haq (benar adanya). Ia merupakan bagian dari iman kepada perkara gaib. Apa yang tampak kecil di dunia, bisa menjadi beban berat di akhirat.
Allah SWT berfirman:
“Mereka akan diazab dua kali, kemudian dikembalikan kepada azab yang besar.”
(QS. At-Taubah: 101).
Sebagian ulama menafsirkan azab pertama sebagai azab kubur.
Langkah Pencegahan agar Terhindar dari Azab Kubur
Islam tidak hanya memberi peringatan, tetapi juga solusi:
Jaga Kebersihan dan Thaharah
Pastikan bersuci dari air kencing dengan sempurna dan menjaga kesucian pakaian.
Jaga Lisan dan Jari
Hindari ghibah, namimah, dusta, dan penyebaran berita palsu.
Dekatkan Diri dengan Al-Qur’an
Baca, pahami, dan amalkan Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ menyebut Surah Al-Mulk sebagai pelindung dari azab kubur.
Rutin Membaca Doa Perlindungan
Dibaca sebelum salam pada tasyahud akhir shalat:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”
(HR. Muslim)
Pesan Islam sangat jelas: jangan meremehkan dosa sekecil apa pun. Sebab apa yang dianggap sepele di dunia, bisa berubah menjadi siksaan yang tak tertahankan di alam Barzakh.
Sebelum jasad terbujur kaku dan mulut terkunci tanah, selama napas masih berhembus, pintu taubat masih terbuka.
Semoga Allah SWT melindungi kita dari fitnah hidup dan mati, serta menyelamatkan kita dari pedihnya azab kubur.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
***
Tim Redaksi.