Notification

×

Iklan

Iklan

Rumah yang Dijauhi Malaikat: Ketika Hunian Kehilangan Rahmat dan Ketenangan

Minggu, 25 Januari 2026 | 20.52 WIB Last Updated 2026-01-25T13:53:39Z
Foto, ilustrasi rumah yang dijauhi malaikat.


Queensha.id - Edukasi Islam, 


Rumah sejatinya bukan sekadar bangunan tempat berteduh. Dalam ajaran Islam, rumah adalah pusat ketenangan, pendidikan iman, dan turunnya rahmat Allah. Namun para ulama mengingatkan, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat malaikat rahmat enggan memasuki sebuah rumah. 

Akibatnya, hunian terasa sempit, mudah dipenuhi konflik, dan jauh dari keberkahan meski tampak megah secara fisik.


Fenomena ini kerap luput disadari. Banyak orang fokus mempercantik rumah dari sisi materi, tetapi lupa merawat “iklim ruhani” di dalamnya.


1. Patung dan Gambar Makhluk Bernyawa

Dalam sejumlah hadis sahih disebutkan bahwa malaikat rahmat tidak masuk ke rumah yang terdapat patung atau gambar makhluk bernyawa yang dipajang untuk hiasan. Ulama menjelaskan, larangan ini bukan soal seni semata, melainkan upaya menjaga kemurnian tauhid dan menjauhkan rumah dari unsur yang menyerupai pengkultusan.


Quraish Shihab menegaskan bahwa Islam sangat menjaga ruang hidup manusia agar tidak tercampur dengan simbol-simbol yang berpotensi mengaburkan makna penghambaan kepada Allah.


2. Anjing di Dalam Rumah

Hadis Nabi Muhammad SAW juga menyebutkan bahwa malaikat rahmat tidak masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing, kecuali untuk kebutuhan tertentu seperti menjaga keamanan atau berburu. Para ulama menekankan, persoalan ini bukan kebencian terhadap hewan, melainkan aturan syariat terkait kebersihan dan ketertiban ibadah.


Buya Yahya kerap menjelaskan bahwa rumah muslim seharusnya menjadi tempat yang memudahkan sholat dan dzikir, bukan justru menyulitkan kesucian.


3. Rumah Kotor dan Berantakan

Kebersihan memiliki dimensi lahir dan batin. Rumah yang jarang dibersihkan, berantakan, dan penuh bau tak sedap bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga melemahkan semangat ibadah.


Gus Baha mengingatkan bahwa kebersihan adalah cerminan kesadaran iman. Rumah yang bersih memudahkan malaikat hadir, sementara kekumuhan sering kali sejalan dengan kelalaian spiritual.


4. Dipenuhi Maksiat dan Kemaksiatan

Pertengkaran tanpa kendali, judi, zina, tontonan haram, hingga musik yang melalaikan secara berlebihan menciptakan atmosfer maksiat. Dalam kondisi seperti ini, ketenangan sulit tumbuh.


Para ulama sepakat, malaikat rahmat menjauh dari tempat yang diisi pelanggaran, karena maksiat mengundang kegelisahan, bukan ketentraman. Rumah yang sering menjadi lokasi dosa akan kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat pulang yang menenangkan.


5. Rumah yang Tak Pernah Digunakan untuk Ibadah

Rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an, jarang dipakai sholat, dan minim dzikir digambarkan Nabi seperti kuburan—sunyi dan gelap secara ruhani.


Quraish Shihab menekankan bahwa ibadah di rumah, terutama sholat sunnah dan tilawah, adalah cara menghidupkan jiwa hunian. Tanpa itu, rumah mungkin ramai oleh manusia, tetapi sepi dari rahmat.


Pandangan Ulama: Rumah Adalah Amanah

Ulama terkemuka Indonesia sepakat bahwa rumah adalah amanah. Bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi ruang pembentukan karakter dan iman keluarga.


Buya Yahya menegaskan, rumah yang dipenuhi ibadah akan memancarkan ketenangan, meski sederhana. Sebaliknya, rumah mewah tanpa nilai ruhani sering menjadi sarang konflik.


Gus Baha menambahkan, menghadirkan malaikat di rumah bukan perkara sulit. Cukup dengan menjaga kebersihan, menghindari maksiat, dan membiasakan dzikir serta Al-Qur’an.


Menghidupkan Rumah dengan Rahmat

Para ulama menyarankan langkah-langkah sederhana namun konsisten:

1. Memperbanyak dzikir dan tilawah Al-Qur’an.

2. Menjaga kebersihan dan kerapian rumah.

3. Menghidupkan sholat sunnah di rumah.

4. Menjauhi maksiat, sekecil apa pun.


Rumah yang dimasuki malaikat bukan ditandai kemewahan, melainkan ketenangan, keberkahan, dan kehangatan iman. Di sanalah keluarga tumbuh, dan di sanalah rahmat Allah berdiam.


***
Tim Redaksi.