Notification

×

Iklan

Iklan

Sepuluh Dosa yang Mengunci Pintu Surga: Peringatan Keras Islam dan Pesan Tegas Ulama Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 14.23 WIB Last Updated 2026-01-06T09:48:10Z
Foto, ilustrasi, manusia penghuni neraka.




Queensha.id - Edukasi Islami,


Islam adalah agama rahmat, tetapi juga agama keadilan. Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW tidak hanya menjanjikan surga, namun juga memberikan peringatan keras tentang dosa-dosa besar yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam kebinasaan abadi jika tidak disertai taubat yang sungguh-sungguh.


Para ulama sepakat, tidak semua dosa sama. Ada dosa-dosa tertentu yang disebut al-kabā’ir (dosa besar), yang ancamannya bukan sekadar hukuman dunia, melainkan penutupan pintu surga bagi pelakunya bila wafat tanpa taubat.



Berikut 10 dosa besar dalam Islam yang disebut dalam Al-Qur’an dan hadits sebagai dosa yang sangat berat, bahkan mengancam keselamatan akhirat pelakunya.



Syirik adalah dosa terbesar dan paling fatal.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nisa’: 48).


Syirik berarti menyekutukan Allah dalam ibadah, keyakinan, atau ketergantungan. Pelakunya dijamin tidak masuk surga jika mati tanpa taubat.


2. Membunuh Jiwa Tanpa Hak

Menghilangkan nyawa manusia dengan zalim adalah dosa yang sangat besar.
“Barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam, kekal di dalamnya.” (QS. An-Nisa’: 93).


Nyawa dalam Islam adalah amanah suci yang tidak boleh dilanggar.


3. Sihir dan Perdukunan

Sihir termasuk dosa yang merusak akidah.
Rasulullah SAW bersabda:

“Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan,” salah satunya adalah sihir. (HR. Bukhari dan Muslim).


Sihir sering kali melibatkan bantuan jin dan kekufuran terselubung.



Shalat adalah tiang agama.
Rasulullah SAW bersabda:

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).


Banyak ulama menegaskan, meninggalkan shalat dengan sengaja adalah dosa yang sangat berbahaya bagi iman.



Ridha Allah bergantung pada ridha orang tua.

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi).


Durhaka bukan hanya memukul atau menghardik, tetapi juga mengabaikan dan menyakiti hati mereka.


6. Zina

Zina merusak kehormatan, nasab, dan tatanan sosial.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan keji.”

Ancaman bagi pezina sangat berat, baik di dunia maupun di akhirat.



Riba adalah kezaliman ekonomi.
“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275).

Rasulullah SAW melaknat pemakan riba, pemberi riba, pencatat, dan saksinya.



Islam sangat melindungi anak yatim.
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka menelan api ke dalam perutnya." (QS. An-Nisa’: 10).


Dosa ini disebut sebagai kejahatan kemanusiaan dan keimanan.


9. Lari dari Medan Jihad (Saat Wajib)

Melarikan diri dari kewajiban mempertahankan agama dan umat termasuk dosa besar.

“Barang siapa berpaling pada hari itu… sungguh ia kembali dengan kemurkaan Allah.” (QS. Al-Anfal: 16).



Kebohongan, terutama dalam kesaksian, merusak keadilan.

Rasulullah SAW menyebut kesaksian palsu sejajar dengan syirik dan durhaka kepada orang tua. (HR. Bukhari dan Muslim)



Pesan Ulama Terkemuka Indonesia

Para ulama Indonesia seperti KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), KH. Ma’ruf Amin, hingga Buya Yahya kerap mengingatkan:


“Dosa besar bukan hanya soal besar kecilnya perbuatan, tetapi soal keberanian melawan perintah Allah tanpa rasa takut.”
Ulama sepakat bahwa pintu taubat selalu terbuka, kecuali bagi orang yang mati dalam keadaan syirik dan tidak bertaubat.


Pandangan Islam: Ancaman Bukan untuk Menakut-nakuti, Tapi Menyelamatkan

Islam tidak membeberkan ancaman dosa besar untuk menjerumuskan manusia pada keputusasaan, melainkan untuk menyadarkan sebelum terlambat.
Allah SWT berfirman:


“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.”


Artinya, selama nyawa belum sampai di tenggorokan, ampunan masih mungkin diraih dengan taubat yang jujur, penyesalan, dan meninggalkan dosa.



Jadi, sepuluh dosa besar ini adalah lampu merah dalam perjalanan hidup seorang muslim. Mengabaikannya berarti mempertaruhkan akhirat. Namun menyadarinya dan bertaubat adalah jalan kembali menuju rahmat Allah.
Karena pada akhirnya, surga bukan untuk mereka yang merasa suci, tetapi untuk mereka yang sadar akan dosa lalu kembali kepada Rabb-nya.


***
Tim Redaksi.