Fenomena mengejutkan kembali terjadi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Sebuah sumur bor milik warga di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, dilaporkan kembali mengeluarkan air bercampur cairan yang diduga minyak bumi pada Kamis (8/1/2026) malam.
Yang membuat situasi kian mengkhawatirkan, semburan tersebut sempat mencapai ketinggian sekitar lima meter dari permukaan tanah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, M Zainul Qomar, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (9/1/2026).
Saat tim tiba di lokasi, semburan memang sudah surut, namun potensi bahaya dinilai masih ada.
“Informasi dari pemilik rumah, tadi malam sempat mengeluarkan air bercampur cairan seperti minyak bumi. Ketinggiannya sekitar lima meter,” ujar Zainul, Jum'at (9/1/2026).
Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, BPBD mengambil langkah cepat dengan memotong pipa sumur bor yang sebelumnya terpasang panjang. Kini pipa tersebut dipangkas hingga tersisa sekitar 100 sentimeter.
“Pipanya kami potong supaya jika sewaktu-waktu terjadi semburan lagi, tidak membahayakan warga sekitar,” jelasnya.
Selain itu, BPBD juga mengeluarkan peringatan keras kepada warga agar tidak mendekati area sumur bor dan sama sekali tidak menyalakan api di sekitar lokasi. Imbauan ini bukan tanpa alasan. Cairan yang keluar dari sumur tersebut diduga mudah terbakar dan berpotensi memicu ledakan.
“Demi keselamatan, kami minta warga menjauhi lokasi dan jangan menghidupkan api di sekitar sumur,” tegas Qomar.
Hasil peninjauan lapangan ini, lanjut dia, akan segera dilaporkan ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Tujuannya agar dilakukan pengecekan lebih lanjut, termasuk uji laboratorium terhadap cairan yang diduga mengandung minyak bumi tersebut.
“Kami laporkan ke ESDM agar dilakukan pemeriksaan dan uji laboratorium untuk memastikan kandungan cairan itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga Desa Panyaksagan sempat dihebohkan dengan kemunculan cairan berwarna gelap saat melakukan pengeboran sumur di halaman rumah warga.
Pengeboran yang awalnya ditargetkan mencapai kedalaman 200 hingga 250 meter itu berubah menjadi perhatian publik pada hari ke-11. Dari lubang sedalam sekitar 105 meter, muncul cairan berwarna hijau gelap dengan bau gas yang menyengat.
Ironisnya, cairan tersebut sempat menjadi rebutan warga. Tak sedikit yang mencoba menyulutnya menggunakan korek api, dan hasilnya cairan itu menyala.
Aksi berbahaya ini semakin menegaskan besarnya potensi risiko jika fenomena tersebut tidak ditangani secara serius dan terkoordinasi.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa aktivitas pengeboran sumur warga, jika tidak diawasi secara teknis, dapat berujung pada ancaman keselamatan di tengah permukiman padat.
***
Tim Redaksi.