Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Piano Kakek hingga Panggung Rock: Jejak Awal Indra Qadarsih Menjadi Maestro Keyboard Indonesia

Minggu, 22 Februari 2026 | 13.07 WIB Last Updated 2026-02-22T06:09:48Z
Foto, (lawas) Indra Qadarsih (pemain keyboard group band BIP).


Queensha.id — Jakarta,


Nama Indra Qadarsih bukan sosok asing di industri musik Tanah Air. Keyboardist yang dikenal lewat permainan tuts energik bersama BIP ini ternyata telah jatuh cinta pada musik sejak usia sangat dini.


Dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube milik David Bayu, Indra mengungkap bahwa ketertarikannya terhadap musik sudah muncul sejak masa taman kanak-kanak.


"Dari kecil gue, dari TK sudah tertarik sama musik. Dulu ada piano kakek gue," ujar Indra mengenang masa kecilnya, dikutip dari berbagai sumber.


Bahkan, kenangan pertamanya dengan musik terbilang unik. Ia mengaku sering makan di atas piano sambil menginjak-injak tuts ketika disuapi keluarganya. Dari momen sederhana itulah, rasa penasaran terhadap bunyi dan nada mulai tumbuh.


Jatuh Cinta pada Organ Elektrik

Ketertarikan Indra semakin kuat ketika salah satu anggota keluarganya membawa pulang brosur organ elektrik yang saat itu tergolong alat musik modern.
"Waktu umur lima tahun keluar organ elektone. Om gue bawa brosur organ, dan zaman itu kelihatan modern banget," tuturnya.


Tanpa alasan yang jelas, Indra kecil langsung terpikat. Ia bahkan menangis meminta dibelikan alat musik tersebut hingga akhirnya sang nenek memenuhi keinginannya.


Sejak saat itu, hidupnya hampir tak pernah lepas dari musik. Ia mulai mengikuti les organ sejak masih duduk di bangku TK.
"Serius gue tiap hari main organ. TK sudah les, bahkan waktu di YMI anak kecil gue sendiri, sampai akhirnya bisa," kata Indra.


Serius Menekuni Musik Sejak SD

Keseriusan Indra terhadap musik semakin terlihat ketika memasuki masa sekolah dasar. Ia mulai mengenal piano secara lebih serius saat kelas lima SD, lalu benar-benar menekuni musik ketika duduk di kelas enam.


Langkah tersebut menjadi fondasi penting bagi perjalanan karier panjangnya di dunia musik Indonesia.


Indra Chandra Setiadi adalah nama lengkapnya. Lahir di Jakarta pada 1 April 1971. Ia merupakan putra dari mendiang artis legendaris Titi Qadarsih, yang turut memberi warna dalam perjalanan seni keluarganya.


Dari Slank ke BIP

Karier profesionalnya mulai berkembang sejak pertengahan 1980-an. Indra dikenal luas saat menjadi keyboardist band rock legendaris Slank, sebelum kemudian menjadi salah satu pilar utama dalam BIP, band yang digawangi musisi-musisi berpengaruh di skena rock nasional.


Melalui lagu-lagu seperti “Aku Gemuk Lagi,” “Skak Mat,” “Sampai Nanti,” hingga “Korslet,” permainan keyboard Indra menjadi elemen penting yang memperkaya warna musik BIP.


Hingga kini, musisi yang akrab disapa Indra Q itu tetap aktif berkarya sebagai musisi, komposer, sekaligus produser rekaman. Ia dikenal memiliki eksplorasi musikal luas, mulai dari rock, blues, jazz, pop, hingga progressive rock dan jazz fusion.


Perjalanan Indra Qadarsih menunjukkan bahwa kecintaan terhadap musik sering kali lahir dari pengalaman kecil yang sederhana merupakan sebuah piano keluarga, rasa penasaran seorang anak, dan mimpi yang akhirnya tumbuh menjadi legenda di industri musik Indonesia.


***
Tim Redaksi.