Notification

×

Iklan

Iklan

Yamaha V4 Disorot di Buriram: Ledakan Emosi Quartararo Ungkap Krisis Performa YZR-M1

Minggu, 22 Februari 2026 | 13.27 WIB Last Updated 2026-02-22T06:31:38Z
Foto, Yamaha YZR -M1 mesin V4.


Queensha.id - MotoGP, (Buriram),


Hari pertama tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, langsung memunculkan sorotan tajam terhadap proyek besar Yamaha. Ledakan emosi pembalap utama mereka, Fabio Quartararo, saat mengendarai motor prototipe YZR-M1 bermesin V4 menjadi simbol kegelisahan pabrikan berlogo garpu tala itu.


Yamaha datang ke musim baru dengan harapan besar. Proyek mesin V4 digadang-gadang sebagai senjata kebangkitan setelah beberapa musim terakhir tertinggal di barisan belakang grid MotoGP.


Namun realitas di lintasan Buriram berkata lain.


Awal Sulit Proyek Ambisius Yamaha
Motor YZR-M1 V4 yang diuji belum menunjukkan tanda-tanda kompetitif. Pada hari pertama tes, pembalap Yamaha kesulitan menembus papan atas catatan waktu.


Jack Miller menjadi rider Yamaha terbaik dengan posisi ke-17, tetapi masih tertinggal lebih dari satu detik dari pimpinan timesheet, Alex Márquez, yang melesat bersama Ducati spesifikasi 2026.
Situasi ini memperkuat kekhawatiran bahwa proyek V4 Yamaha belum siap menghadapi kompetisi sesungguhnya.


Meski tidak mengalami kegagalan mesin besar seperti yang sempat mengganggu tes sebelumnya di Sepang, motor baru Yamaha dinilai masih kehilangan arah pengembangan.


Quartararo: “Bahkan Sebulan Lagi Kami Belum Siap”


Usai sesi uji coba yang mengecewakan, Quartararo yang hanya finis di posisi ke-18 menyampaikan pernyataan jujur yang langsung menjadi perhatian paddock MotoGP.


Ia mengaku belum menemukan dasar setelan motor yang konsisten.
“Dalam satu minggu, bahkan satu bulan lagi, kami belum akan siap dari sisi saya," ujar Quartararo.


Juara dunia MotoGP 2021 itu juga mengungkap frustrasi karena tim terus melakukan perubahan tanpa menemukan fondasi performa yang stabil.


Menurutnya, hampir setiap sesi ia mencoba konfigurasi berbeda, tetapi peningkatan performa belum juga terlihat.


“Saya tidak pernah menjalani dua run berturut-turut dengan motor yang sama. Kami terus mencoba banyak hal, tapi belum menemukan base setting," imbuhnya.


Quartararo bahkan menyatakan keinginannya mempertahankan satu spesifikasi motor pada sesi berikutnya, meskipun ia sendiri belum menyukai karakter motor tersebut.


Krisis atau Proses Adaptasi?

Situasi Yamaha kini menjadi bahan diskusi utama di paddock MotoGP. Proyek V4 sejatinya merupakan langkah revolusioner bagi Yamaha yang selama bertahun-tahun identik dengan mesin inline-four.


Perubahan konsep besar ini membutuhkan waktu adaptasi panjang, namun tekanan kompetisi membuat waktu menjadi kemewahan yang sulit dimiliki.


Jika perkembangan tidak segera terlihat, Yamaha berpotensi kembali menjalani musim berat menghadapi dominasi pabrikan Eropa seperti Ducati.


Tes Buriram hari pertama mungkin baru awal perjalanan panjang, tetapi satu hal sudah jelas: ledakan emosi Quartararo bukan sekadar reaksi sesaat, melainkan cerminan kegelisahan tim yang masih mencari arah kebangkitan.


***
Crash.net
Tim Redaksi.