Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Tukang Brosur hingga Gitaris Legendaris: Perjalanan Cella Kotak Menjadi Pilar Rock Indonesia

Senin, 23 Februari 2026 | 00.00 WIB Last Updated 2026-02-22T17:02:26Z
Foto, gitaris band Kotak, Mario Marcella Handika Putra (Cella Kotak).


Queensha.id — Musik,


Di balik kerasnya dentuman musik rock band Kotak, ada satu sosok yang dikenal paling konsisten menjaga identitas musikal band tersebut yaitu Mario Marcella Handika Putra atau yang akrab disapa Cella Kotak.


Lahir di Banyuwangi pada 15 Maret 1983, Cella menjadi satu-satunya personel awal Kotak yang masih bertahan sejak band tersebut menjuarai ajang pencarian bakat musik nasional pada 2004 hingga kini.


Terinspirasi Andra Ramadhan dan Joe Satriani

Kecintaan Cella pada musik bermula sejak duduk di bangku kelas 5 SD. Momen itu terjadi ketika ia menyaksikan penampilan gitaris Andra Ramadhan di televisi bersama band Dewa 19.


Sejak saat itu, gitar menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Ia juga mengaku sangat terinspirasi oleh gitaris dunia Joe Satriani.


Menariknya, Cella tidak menempuh pendidikan musik formal secara serius. Ia belajar gitar secara otodidak dan hingga kini mengaku tidak memahami not balok maupun partitur musik.


Ia hanya mengandalkan pendengaran dan rasa musikal saat bermain gitar.



Manggung Kampung hingga Merantau ke Jakarta

Saat SMP hingga SMA, Cella aktif mengikuti festival band lokal dan tampil di berbagai panggung perayaan HUT RI di kampung halamannya.


Selepas SMA pada tahun 2000, ia merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengejar mimpi di dunia musik. Namun perjalanan menuju kesuksesan tidak mudah.


Cella sempat menjalani berbagai pekerjaan demi bertahan hidup, mulai dari membagikan brosur dan menjadi resepsionis di Purwacaraka Music Studio cabang Jakarta, berjualan koran di perempatan Hotel Indonesia, hingga bekerja di studio musik kawasan Rawamangun.


Kesempatan besar datang secara tidak terduga. Saat bekerja di studio musik, seorang personel band kafe melihat kemampuan gitarnya dan langsung mengajaknya bergabung.


Jalan Menuju Kotak

Setahun kemudian, bassist band tempat Cella bermain, Hatta, mendaftarkannya mengikuti ajang pencarian bakat The Dream Band di Trans7.


Berkat karakter sound gitar yang tebal dan permainan yang khas, Cella terpilih menjadi gitaris band Kotak dengan formasi awal:

- Julia Angelia Lepar (Pare) – Vokal.

- Icez – Bass.

- Cella – Gitar.

- Posan – Drum.

Kemenangan di ajang tersebut menjadi titik awal kebangkitan Kotak sebagai band rock papan atas Indonesia.


Pilar yang Tak Tergantikan

Seiring waktu, personel Kotak silih berganti. Namun sejak 2011, Cella menjadi satu-satunya anggota formasi awal yang tetap bertahan menjaga arah musikal band.


Sebagai gitaris, penulis lagu, sekaligus musisi aktif sejak 2004, Cella dikenal mampu menggabungkan berbagai genre mulai dari pop, hard rock, heavy metal, hingga rock alternatif.


Di balik kesuksesannya, kehidupan pribadi Cella juga berjalan harmonis. Ia menikah dengan Carolyna Dewi dan telah dikaruniai seorang anak.


Perjalanan Cella Kotak menjadi bukti bahwa mimpi besar sering lahir dari langkah kecil. Dari panggung kampung, pekerjaan serabutan di Jakarta, hingga akhirnya berdiri sebagai gitaris rock berpengaruh di Indonesia, Cella menunjukkan bahwa konsistensi dan ketekunan adalah kunci bertahan di industri musik yang keras.


***
Tim Redaksi.