Queensha.id – Jepara,
Kondisi infrastruktur jalan di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, kembali menjadi sorotan masyarakat. Jalan di Dusun 1, tepatnya di depan Perumahan Marison Regency dan di samping kawasan industri PT Urecel Indonesia, kini disebut warga sudah tidak layak lagi disebut sebagai jalan desa.
Kerusakan jalan yang semakin parah membuat akses vital warga berubah menyerupai hamparan sungai kering yang dipenuhi batu tajam.
Jalan Desa Berubah Jadi “Sungai Kering”
Aspal yang sebelumnya menutup permukaan jalan kini nyaris hilang. Sebagai gantinya, batu-batu besar dan runcing terlihat memenuhi badan jalan.
Kondisi ini membuat pengendara motor maupun mobil harus melintas dengan sangat pelan demi menghindari kerusakan kendaraan maupun risiko kecelakaan.
“Sekarang bukan jalan rusak lagi, tapi seperti sungai kering, tinggal bebatuan semua,” keluh salah satu warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Menurut warga, saat musim hujan jalan menjadi licin dan sulit dilewati, sementara ketika cuaca panas debu tebal beterbangan hingga mengganggu penglihatan pengendara.
Akses Penting Warga dan Pekerja Industri
Jalan tersebut bukan sekadar jalan lingkungan biasa. Jalur ini menjadi akses utama bagi warga perumahan, masyarakat desa, hingga pekerja industri di sekitar wilayah Mlonggo.
Aktivitas harian masyarakat pun ikut terganggu. Banyak pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan karena batu runcing berpotensi merobek ban atau menyebabkan pengendara terjatuh.
Pemerintah Desa: Tidak Ada Dana Desa
Dikonfirmasi mengenai kondisi jalan tersebut, Petinggi Desa Suwawal, Arif Ma’sum, menyampaikan bahwa perbaikan jalan memang membutuhkan anggaran pemerintah desa. Namun saat ini tidak tersedia Dana Desa untuk pembangunan tersebut.
“Tidak ada Dana Desa untuk perbaikan jalan itu,” ujarnya kepada awak media.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan warga mengenai solusi pembiayaan perbaikan jalan yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Bantuan Perumahan Disebut Pernah Ada
Di sisi lain, warga Perumahan Marison Regency mengungkapkan bahwa pihak perumahan sebenarnya pernah memberikan bantuan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum di sekitar lingkungan.
“Perumahan Marison Regency sih pernah membantu dana untuk perbaikan jalan tersebut agar akses warga lebih nyaman,” ujar Elisa, warga setempat, Senin (23/2/2026).
Namun ia menyebut bantuan tersebut tidak berjalan maksimal karena kurangnya respons dari pengurus paguyuban warga.
“Dana sudah ada, tapi mandek karena ketua Paguyuban Marison Regency Suwawal tidak merespons. Akhirnya ya dibiarkan saja, jalan malah makin rusak,” tambahnya.
Warga Desak Solusi Nyata
Meski berbagai pihak disebut pernah terlibat, kondisi jalan hingga kini justru semakin memburuk. Warga berharap adanya koordinasi serius antara pemerintah desa, pihak perumahan, pelaku industri, serta instansi terkait agar perbaikan jalan dapat dilakukan secara permanen.
Bagi masyarakat Suwawal, jalan tersebut merupakan urat nadi mobilitas ekonomi dan sosial. Jika terus dibiarkan, jalan yang kini menyerupai sungai berbatu itu dikhawatirkan bukan hanya merusak kendaraan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan setiap hari.
***
Tim Redaksi.