Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Diburu, Biawak Justru Penjaga Lingkungan dari Ular Berbisa

Minggu, 22 Februari 2026 | 01.12 WIB Last Updated 2026-02-21T18:13:16Z
Foto, Biawak.


Queensha.id — Lingkungan Hidup,


Fenomena perburuan biawak di lingkungan permukiman kembali menjadi sorotan. Di sejumlah wilayah, warga masih menganggap biawak sebagai hewan berbahaya sehingga kerap diburu, ditangkap, bahkan dibunuh ketika muncul di sekitar sungai, sawah, maupun pekarangan.


Padahal, para ahli lingkungan menegaskan bahwa keberadaan biawak justru memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya dalam mengendalikan populasi ular berbisa yang berpotensi mengancam manusia.


Predator Alami Ular Berbisa

Biawak dikenal sebagai predator oportunistik yang berada di rantai makanan atas. Salah satu mangsa utamanya adalah ular, termasuk jenis ular berbisa.


Secara alami, biawak membantu mengontrol populasi reptil lain yang berkembang terlalu cepat di alam liar.


“Biawak bukan musuh manusia. Justru dia penjaga ekosistem. Jika biawak hilang, populasi ular berpotensi meningkat tajam,” ujar pengamat lingkungan hidup Indonesia, Emil Salim.


Menurutnya, banyak masyarakat belum memahami bahwa keseimbangan alam bekerja melalui hubungan predator dan mangsa.


Keunggulan Biawak yang Jarang Diketahui

Biawak memiliki sejumlah keunggulan biologis yang membuatnya mampu menjadi pengendali alami hama dan predator lain di lingkungan.


1. Pemangsa Tangguh

Biawak memiliki rahang kuat dan refleks cepat. Ia mampu menangkap ular dengan teknik serangan mendadak, lalu menggigit bagian kepala atau tubuh untuk melumpuhkan mangsanya.


2. Air Liur Mengandung Bakteri dan Senyawa Alami

Air liur biawak mengandung kombinasi bakteri dan senyawa biologis yang membantu melemahkan mangsa, sehingga gigitan biawak sangat efektif saat berburu.


3. Gigitan Kuat dan Strategis

Gigitan biawak bukan sekadar pertahanan diri, melainkan alat berburu utama. Sekali tergigit, mangsa biasanya kehilangan daya lawan.

4. Kulit Tebal seperti Perisai

Kulit biawak tersusun dari sisik keras dan tebal yang melindunginya dari gigitan ular, membuat biawak mampu menghadapi ular berbisa.


Kenapa Biawak Suka Memakan Ular?

Secara ilmiah, biawak adalah predator oportunistik yang memakan berbagai jenis hewan, mulai dari ikan, tikus, bangkai, hingga ular.


Ular menjadi target karena:

1. Mudah terdeteksi oleh penciuman biawak.

2. Sumber protein tinggi.

3. Hidup di habitat yang sama seperti sungai dan semak.


Dengan memangsa ular, biawak secara tidak langsung membantu menekan risiko keberadaan ular berbisa di sekitar manusia.


Ancaman Jika Biawak Punah

Para pemerhati lingkungan mengingatkan bahwa memburu biawak secara masif dapat memicu dampak berantai terhadap ekosistem.


Jika populasi biawak menurun:

1. Populasi ular meningkat.

2. Risiko gigitan ular bertambah.

3. Keseimbangan alam terganggu.

4. Hama tikus dan bangkai tidak terkendali.


Himbauan untuk Masyarakat

Masyarakat diimbau tidak memburu atau membunuh biawak hanya karena rasa takut.


Langkah yang dianjurkan jika bertemu biawak:

1. Tetap menjaga jarak.

2. Tidak memprovokasi.

3. Menghubungi petugas berwenang.

4. Menjaga kebersihan lingkungan.

“Melindungi biawak berarti menjaga keseimbangan alam sekaligus melindungi manusia,” tegas Emil Salim.


Kesadaran ekologis masyarakat menjadi kunci menjaga harmoni antara manusia dan satwa liar. Biawak bukan ancaman, melainkan penjaga alami lingkungan dari meningkatnya populasi ular berbisa.


***
Tim Redaksi.