Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Tertipu Manisnya! Ini 5 Ciri Kurma Tak Layak Konsumsi yang Wajib Diwaspadai

Jumat, 27 Februari 2026 | 06.16 WIB Last Updated 2026-02-26T23:17:24Z
Foto, Kurma yang layak konsumsi.



Queensha.id  — Edukasi Kesehatan,


Kurma menjadi buah favorit masyarakat, terutama menjelang Ramadan. Tingginya permintaan membuat peredaran kurma di pasaran melonjak drastis. Namun di balik manfaatnya, masyarakat diingatkan untuk lebih teliti sebelum mengonsumsi kurma.


Sejumlah laporan keamanan pangan bahkan menemukan kasus kurma bermasalah, mulai dari kemasan tanpa label hingga dugaan kualitas produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan saat inspeksi menjelang Ramadan.


Agar tidak salah pilih, berikut lima ciri kurma yang sudah tidak layak konsumsi berdasarkan sejumlah laporan kesehatan dan berita gaya hidup terbaru.


1. Bau Tidak Normal atau Asam

Kurma segar memiliki aroma manis khas. Jika muncul bau asam, tengik, atau menyengat, itu menjadi tanda awal pembusukan.


Ahli keamanan pangan menyebut aroma yang “off” atau tidak wajar sering menjadi indikator makanan telah rusak akibat aktivitas mikroorganisme.


2. Warna Berubah dan Muncul Bercak

Perubahan warna adalah sinyal paling mudah dikenali. Kurma normal umumnya berwarna cokelat merata sesuai varietasnya.


Jika ditemukan bercak putih, abu-abu, kehijauan, atau hitam tidak wajar, kemungkinan besar kurma sudah mulai rusak atau terkontaminasi jamur.


3. Permukaan Terlalu Lengket atau Berlendir

Tekstur kurma memang lembut, tetapi bukan berarti berlendir. Lapisan licin berlebihan atau terasa aneh saat disentuh bisa menandakan proses pembusukan.
Dalam panduan keamanan pangan, tekstur berlendir atau terlalu lunak termasuk tanda umum makanan telah rusak.


4. Rasa Berubah, Tidak Lagi Manis

Kurma identik dengan rasa manis alami. Bila rasanya pahit, asam, atau aneh di lidah, sebaiknya segera dibuang.
Perubahan rasa menandakan fermentasi atau kerusakan alami akibat penyimpanan yang tidak tepat.


5. Muncul Jamur atau Serangga

Jamur menjadi tanda paling jelas kurma tidak aman dikonsumsi. Pada beberapa kasus, jamur bisa muncul di permukaan maupun bagian dalam buah karena kondisi lembap.


Mengonsumsi kurma berjamur berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.


Jangan Abaikan Tanggal Kedaluwarsa

Selain kondisi fisik, masyarakat juga diimbau memperhatikan label kemasan. Produk pangan yang melewati tanggal “use-by” berpotensi tidak aman meskipun tampak masih baik.


Kemasan rusak atau tanpa informasi produksi juga sebaiknya dihindari karena dapat menandakan masalah pada rantai distribusi makanan.


Dinas Kebersihan Makanan dan Lingkungan

Bijak Memilih Sebelum Mengonsumsi

Kurma memang dikenal sebagai makanan bergizi tinggi dan sunnah dikonsumsi. Namun keamanan tetap harus menjadi prioritas.


Periksa warna, aroma, tekstur, rasa, dan kebersihan kemasan sebelum membeli maupun menyantapnya. Jika ragu, prinsipnya sederhana: lebih baik dibuang daripada membahayakan kesehatan.


***
Tim Redaksi.