Notification

×

Iklan

Iklan

Kriuk Tradisional Jepara! Ini Perbedaan Krupuk Goreng Pasir dan Goreng Minyak yang Jarang Diketahui

Jumat, 27 Februari 2026 | 07.39 WIB Last Updated 2026-02-27T00:40:43Z
Foto, krupuk yang di jual goreng dengan pasir.



Queensha.id  — Kuliner Tradisional,


Di sejumlah daerah pesisir Jawa Tengah hingga Jawa Timur, termasuk Jepara, masyarakat masih mempertahankan cara unik mengolah krupuk: digoreng menggunakan pasir panas.


Metode tradisional ini bukan sekadar teknik memasak, tetapi juga menghadirkan cita rasa khas yang berbeda dibandingkan krupuk yang digoreng menggunakan minyak goreng.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan krupuk goreng pasir dan krupuk goreng minyak?


Tradisi Lama yang Tetap Bertahan

Teknik menggoreng krupuk dengan pasir sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu, terutama saat minyak goreng sulit didapat atau harganya mahal. Cara ini kemudian berkembang menjadi identitas kuliner tradisional karena hasilnya dinilai lebih ringan dan renyah.


Hingga kini, pelaku UMKM di berbagai daerah masih mempertahankan metode tersebut karena efisien sekaligus memiliki nilai budaya.


1. Rasa: Lebih Ringan dan Tidak Enek

Krupuk goreng pasir dikenal memiliki rasa gurih alami tanpa dominasi minyak.
Karena tidak menyerap lemak, sensasi makan terasa lebih ringan di mulut. Berbeda dengan krupuk goreng minyak yang cenderung lebih kuat rasa gurihnya akibat minyak meresap ke dalam krupuk.


2. Tekstur: Kering dan Renyah Lebih Lama

Penggorengan menggunakan pasir panas menghasilkan pemanasan merata sehingga krupuk:

1. Mengembang sempurna.

2. Lebih kering.

3. Tidak cepat melempem.


Sebaliknya, krupuk goreng minyak sering terasa empuk di awal namun lebih cepat kehilangan kerenyahannya saat terkena udara.


3. Kandungan Lemak Lebih Rendah

Karena tanpa minyak, krupuk goreng pasir memiliki residu lemak yang jauh lebih sedikit.


Hal ini menjadi salah satu alasan sebagian konsumen mulai kembali melirik krupuk tradisional sebagai camilan alternatif.


4. Proses Produksi yang Unik

Pasir yang digunakan bukan sembarang pasir. Pelaku usaha biasanya memakai pasir bersih yang dicuci dan dipanaskan hingga suhu tinggi sebelum krupuk mentah dimasukkan.


Krupuk akan langsung mengembang dalam hitungan detik tanpa minyak sama sekali.


5. Aroma dan Sensasi Tradisional

Krupuk goreng pasir menghasilkan aroma lebih alami tanpa bau minyak berlebih. Banyak penikmat menyebut rasanya lebih “jadul” dan autentik, mengingatkan pada jajanan tempo dulu.


Pandangan Pengamat Kesehatan

Menurut pengamat kesehatan masyarakat terkemuka di Indonesia, metode pengolahan makanan sangat memengaruhi dampak kesehatan suatu camilan.


Ahli gizi dari Ikatan Dokter Indonesia menjelaskan bahwa makanan yang digoreng dengan minyak berulang kali berpotensi meningkatkan kandungan lemak jenuh dan senyawa hasil oksidasi minyak yang kurang baik bagi tubuh.


Sementara itu, teknik pemanasan tanpa minyak seperti penggorengan pasir dinilai dapat mengurangi paparan lemak tambahan, selama prosesnya dilakukan secara higienis dan pasir yang digunakan benar-benar bersih.


Namun para ahli tetap mengingatkan bahwa krupuk pada dasarnya adalah camilan tinggi karbohidrat dan garam, sehingga konsumsi tetap perlu dibatasi agar tidak memicu risiko penyakit metabolik.


Warisan Kuliner yang Layak Dijaga

Di Jepara, produksi krupuk goreng pasir menjadi bukti bahwa inovasi tradisional mampu bertahan di tengah modernisasi industri makanan.


Bukan hanya menghadirkan sensasi kriuk yang berbeda, tetapi juga menunjukkan bagaimana kearifan lokal dapat berjalan seiring dengan prinsip kesehatan modern.


***
Tim Redaksi.