Notification

×

Iklan

Iklan

Tarawih Cepat Bikin Jamaah Kewalahan? Begini Penjelasan Ulama tentang Sholat Tarawih yang Dilakukan Terburu-buru

Selasa, 24 Februari 2026 | 01.42 WIB Last Updated 2026-02-23T18:43:32Z
Foto, para jamaah sholat tarawih di masjid.


Queensha.id — Religi,


Fenomena sholat tarawih yang berlangsung cepat hampir selalu terjadi setiap bulan Ramadan di berbagai masjid di Indonesia. Bahkan sejak puluhan tahun lalu, banyak jamaah mengaku sudah terbiasa dengan tarawih yang terasa “ngebut” atau terburu-buru.


Tidak sedikit jamaah yang merasa kesulitan mengikuti bacaan imam. Ada yang terlambat membaca surat pendek, ada pula yang belum selesai membaca doa tahiyat akhir ketika imam sudah salam.


Pertanyaan pun muncul di tengah masyarakat: apakah sholat tarawih cepat itu benar menurut Islam?


Tarawih Memang Sunnah, Tapi Bukan Berarti Tergesa-gesa

Dalam Islam, sholat tarawih merupakan ibadah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) yang dikerjakan pada malam bulan Ramadan.


Menurut mayoritas ulama, termasuk pendapat yang berkembang di Indonesia melalui organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, kecepatan sholat tidak menjadi masalah selama rukun sholat tetap terpenuhi.


Artinya:

1. Bacaan tetap jelas.

2. Gerakan tidak terlalu cepat.

3. Jamaah masih bisa mengikuti dengan tenang.


Jika imam terlalu cepat hingga menghilangkan tumakninah (tenang sejenak dalam setiap gerakan), maka sholat justru menjadi tidak sempurna.
Tumakninah sendiri adalah rukun sholat yang wajib.


Kenapa Tarawih Sering Dilakukan Cepat?

Secara tradisi, tarawih sering dibuat lebih ringkas karena jumlah rakaatnya banyak, umumnya:

8 rakaat + witir
atau
20 rakaat + witir.


Beberapa masjid memilih tempo cepat agar jamaah tidak terlalu lelah, terutama bagi orang tua, pekerja, atau anak-anak.
Ulama besar Indonesia seperti Quraish Shihab menjelaskan bahwa tujuan sholat bukan sekadar selesai rakaat, tetapi menghadirkan kekhusyukan.


Sholat cepat boleh, namun tidak boleh menghilangkan ketenangan ibadah.

Jamaah Tidak Wajib Membaca Surat Panjang

Banyak jamaah merasa panik karena belum selesai membaca surat ketika imam sudah rukuk.


Dalam fikih sholat dijelaskan:

- Yang wajib bagi makmum hanyalah membaca Al-Fatihah.

- Surat setelah Al-Fatihah hukumnya sunnah.


Jadi jika Anda:

Hanya sempat membaca Al-Fatihah (benar) dan tidak sempat membaca surat pendek, maka Sholat tetap sah.


Ini sesuai pendapat ulama Mazhab Syafi’i yang banyak dianut masyarakat Indonesia.


Bagaimana Jika Selalu Terlambat Saat Tahiyat?

Kasus yang sering terjadi:

- Imam sudah membaca tahiyat akhir cepat.

- Jamaah belum selesai membaca doa.


Menurut penjelasan para ulama:

1. Bacaan minimal tahiyat akhir sudah cukup untuk sah sholat.

2. Jika imam salam lebih dulu, makmum boleh menyempurnakan bacaan seperlunya lalu ikut salam.

3. Tidak perlu panik atau mengulang sholat.


Pandangan Ulama Indonesia

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf pernah menekankan bahwa ibadah berjamaah harus mempertimbangkan kenyamanan jamaah.


Sementara itu, Abdul Somad dalam berbagai ceramahnya juga menyampaikan bahwa:

1. Tarawih cepat tidak masalah selama rukun sholat terpenuhi dan tidak menghilangkan tumakninah.

2. Dengan kata lain, Islam tidak menuntut sholat harus lama, tetapi harus benar dan tenang.


Kunci Mengikuti Tarawih Agar Tidak Kacau

Agar lebih nyaman mengikuti tarawih cepat, ulama menyarankan:

1. Fokus membaca Al-Fatihah dengan baik.

2. Tidak memaksakan membaca surat panjang.

3. Ikuti gerakan imam tanpa tergesa.

4. Pilih masjid dengan tempo sholat yang sesuai kemampuan.


Karena pada akhirnya, tarawih bukan perlombaan kecepatan, melainkan perjalanan mendekatkan diri kepada Allah.
Sholat tarawih cepat boleh saja menjadi tradisi. 


Namun hakikatnya, Ramadan mengajarkan satu hal penting: ibadah bukan tentang cepat selesai, tetapi tentang hadirnya hati di hadapan Allah.


***
Tim Redaksi.